Selasa, 19 Feb 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Kritis, Karyawati Asuransi Setelah Ditendang Jambret Tas Sadis

19 Januari 2019, 21: 10: 27 WIB | editor : Abdul Rozack

Kritis : Kondisi korban jambert Julfitriani yang dirawat di Rs Mitra Keluarga, Kenjeran. Kendaraan roda dua yang dikendarai korban (inset).

Kritis : Kondisi korban jambert Julfitriani yang dirawat di Rs Mitra Keluarga, Kenjeran. Kendaraan roda dua yang dikendarai korban (inset). (YUAN ABADI / RADAR SURABAYA)

SURABAYAc-  Jambret sadis kembali beraksi. Korbannya Julfitriani,25, kini kritis dalam perawatan medis.  Perempuan yang tinggal di Jalan Ampel, Surabaya  ditendang  dua pelaku jambret  di Jakan Ahmad Jais, Peneleh, Surabaya Jumat (18/1).  Karyawan perusahaan asuransi ini sebelum ditendang  mencoba mempertahankan tasnya. 

Aksi perampasan tersebut terjadi sekitar pukul 22.30. Saat itu, korban hendak pulang dari tempat kerjanya di kawasan Jalan Darmo. Dia mengendarai sepeda motor Honda Vario warna hitam nopol L 23335 QC. Kemudian saat melintas di Jalan Yos Sudarso, korban yang saat itu berkendara sendirian sudah dikuntit oleh dua pelaku perampasan yang berboncengan mengendarai sepeda motor. 

Sadar jika korban dikuntit, Julfitriani pun mempercepat laju kendaraannya. Namun pelaku tetap membuntutinya hingga di Jalan Ahmad Jaiz Peneleh pelaku mengeksekusi tas korban. Tas cangklong milik korban ditarik pelaku yang berada di belakang. Namun karena tali tas cukup kuat, satu tarikan saja tak cukup. 

Setelah itu, korban mencoba mempertahankan tasnya sambil berteriak jambret. Sempat terjadi aksi tarik menarik antara korban dan pelaku. Diduga karena panik, pelaku lantas menedang motor korban. Julfitriani pun tak bisa mengendalikan laju motornya hingga terjatuh. Motor bagian depan remuk. 

Sedangkan korban mengalami sejumlah luka ditangan kepala dan pelipis kiri. Diduga akibat benturan itu, korban pingsan dan hingga saat ini kondisinya masih kritis. Lalu dua pelaku yang gagal merebut tas korban langsung kabur setelah menendangnya. 

"Dia sempat dirawat di RSUD Dr Soetomo. Namun pihak keluarga memindahkan korban ke RS Mitra Keluarga Kenjeran," ungkap kakak korban yang enggan disebutkan namanya. 

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kapolsek Genteng Kompol Ari Trestiawan membenarkan adanya tindak pidana perampasan itu. Menurutnya, timnya sudah mendatangi TKP bahkan dari keterangan sejumlah saksi di lokasi polisi sudah mengantongi ciri-ciri pelaku. 

"Saat ini tim masih melakukan pengejaran," ungkap Ari, Sabtu (19/1). (yua/rtn)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia