Kamis, 21 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Awalnya coba-coba, Koper Bermotif Batik dan Tenun Melanglang Dunia

13 Januari 2019, 06: 25: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Beda: Koper etnik karya dari Erna Mardjoeni, dibuat dari batil lawasan, tenun hingga batik kontemporer.

Beda: Koper etnik karya dari Erna Mardjoeni, dibuat dari batil lawasan, tenun hingga batik kontemporer. (ISTIMEWA)

SURABAYA - Koper warna-warni, sepertinya sudah sangat biasa. Namun jika koper bermotif batik, sepertinya  unik dan ada unsur etniknya. Hal itu pulalah yang menarik Erna Mardjoeni untuk menyulap batik dan tenun menjadi koper cantik.  Apalagi, wanita ini memang sangat mencintai  wastra nusantara membuatnya berpikir

Erna mengembangkan usaha koper sejak tahun 2010, dengan  label Luna Ethnichs Trolleybags. Kala itu, ia hanya coba-coba. 

Melihat banyak produsen tas dan baju batik, ia berpikir sepertinya akan menarik untuk menyulap wastra nusantara menjadi koper. Ia pun kemudian membuat 12 koper bermotif batik lawasan. 

Tak disangka 10 diantaranya laku keras. Sejak saat itu, hingga kini, ia terus memproduksi koper motif by custom. 

Setiap bulan, Erna bisa menerima pesanan koper sebanyak sepuluh biji. Harganya pun bervariatif, mulai dari dua hingga empat juta rupiah. Ia sengaja tidak menyediakan stok. Selain agar lebih eksklusif, tujuannya adalah agar terjadi perputaran uang. " Saya buat motif sesuai pesanan, jadi barang tidak menumpuk dan uang tetap berputar," Paparnya. 

Untuk sebuah koper, dibutuhkan setidaknya dua kain. Dan pengerjaanya pun tidak main-main. Satu koper bisa memakan waktu empat hingga enam minggu. Tergantung cuaca dan kesulitan bahan. Dan dikerjakan oleh pengrajin khusus dimana ia andil sebagai quality control. 

Selain batik dan tenun, ia juga membuat banyak motif dari ulos, songket dan sulam tumpal yang kaya warna. Dan siapa yang menyangka, di atas kain koper, wastra-wastra nusantara ini terlihat semakin memikat. 

Koper dari Luna Ethnich Trolley ini memiliki empat ukuran. Ukuran 65 x 45 x 25, 50 x 35 x 23 dalam koleksi Anthonio . Ukuran 46 x 32 x 25 Alejandro dan Felix dengan ukuran 42 x 39 x 23. 

Meski terkesan feminim, koper motif wastra nusantara ini juga disukai oleh pria. Tentu saja dengan motif-motif yang lebih maskulin. " Kalau cowok pasti menyukai motif yang maskulin, kalau cewek lebih ke bunga-bungaan," Imbuhnya. 

Penyimpanannya pun tidak susah. Hanya perlu ditutup dengan cover plastik dan disimpan dalam dush bag sehingga lebih aman dari debu dan kotoran. Untuk ketahahanan, koper ini juga bersaing dengan koper lain.  Tidak main-main, koper- koper cantik ini juga telah melanglang buana ke berbagai negara. Pasarnya sudah sampai ke Amerika dab Afrika. Bahkan akhir desember nanti, kopernya akan dibawa desainer melenggang ke New York Fashion Week dan pameran ke Jepang. 

Sejauh ini, perempuan berhijab ini memasarkan koper-koper unik ini melalui akun instagram dan facebook. (is/nug)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia