Selasa, 22 Jan 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Tersangka Upal di Krian Mengaku Membeli dari Online

12 Januari 2019, 12: 53: 35 WIB | editor : Wijayanto

MIRIP ASLI: Upal yang dibelanjakan tersangka Agung Tri dibeli dari online.

MIRIP ASLI: Upal yang dibelanjakan tersangka Agung Tri dibeli dari online. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Kapolsek Krian Kompol Muhammad Kholil mengungkap data yang mengejutkan. Dari hasil penyelidikan terhadap pengedar uang palsu (upal), Agung Tri, 20, warga Kediri yang berhasil diringkus unit reskrimnya, tersangka mengaku mendapatkan upal itu dari pembelian secara online.

"Tersangka mengaku membeli (upal) dari aplikasi dengan transfer Rp 1 juta dan mendapat uang palsu senilai Rp 4 juta," ungkap Kholil.

Dari kasus ini, polisi berhasil menyita 35 lembar upal dari tangan tersangka senilai Rp 3,45 juta. Upal itu terdiri dari 34 lembar Rp 100 ribuan, dan 1 lembar Rp 50 ribuan.

Kholil mengatakan, tersangka diringkus berdasarkan laporan dari korban yang bersepakat dengan tersangka untuk membeli satu buah topeng barongan. 

Korban dan tersangka sempat bertemu untuk jual beli barang tersebut. Namun setelah uang diterima dari tersangka, korban curiga karena ada kejanggalan dari uang tersebut. "Korban lantas melapor ke polsek," kata Kholil.

Dari laporan itu, polisi langsung memburu tersangka dan berhasil meringkusnya di SPBU Jalan Gubernur Sunandar, Krian. Tersangka kemudian di gelandang ke Mapolsek Krian untuk penyelidikan lebih lanjut.

Tersangka mengaku jika baru sekali melakukan transaksi dengan uang palsu tersebut. Upal itu rencananya akan dibuat mahar perkawinan. "Tapi saya khilaf membelanjakan upal itu," ujar Agung.

Kini tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatanya. Ia bakal dijerat dengan pasal 36 UU No 7 tahun 2011 tentang mata uang. (son/vga)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia