Selasa, 22 Jan 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Berawal Cekcok di Kafe, Berlanjut Tawuran di Jalan

10 Januari 2019, 22: 32: 36 WIB | editor : Wijayanto

PINCANG: Korban RRA menggunakan alat bantu untuk berjalan, usai dikeroyok.

PINCANG: Korban RRA menggunakan alat bantu untuk berjalan, usai dikeroyok. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Sarifuddin, 26, terpaksa mendekam di tahanan. Warga Jalan Tambak Mayor Gg VII, Surabaya ini terbukti melakukan aksi pengeroyokan terhadap RRA, warga Jalan Kedungasem Gg X, Rungkut Surabaya.

Aksi pengeroyokan itu dilakukan tersangka Minggu (4/11) lalu. Bermula saat korban dan tersangka bertemu di salah satu kafe kawasan Bratang.

Tersangka bersama rekannya dan korban saat di cafe tersebut terlibat cekcok. Entah apa masalahnya belum jelas. Setelah cekcok mulut, korban dan kedua rekannya pulang bersama.

Sesampainya di Jalan Panjangjiwo, tiba-tiba korban dihentikan tersangka bersama rekan-rekannya. Di situ, korban dihajar beramai-ramai tersangka dan kawannya. Dua orang teman korban kena pukulan. Namun mereka berhasil melarikan diri.

Sementara korban yang dikeroyok belasan orang tak bisa berbuat banyak. Bahkan akibat dikeroyok korban harus dilarikan ke Rumah Sakit Haji Sukolilo Surabaya.

Korban babak belur dan harus berjalan menggunakan alat bantu, ujar Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo AKP Puguh Suhardono Selasa (8/1).

Tak terima anaknya menjadi korban pengeroyokan, kemudian orang tua korban melapor.

Polisi lalu melakukan penyelidikan dan memintai keterangan dua rekan korban. Salah satu korban kemudian masih mengenal ciri-ciri salah satu pelaku.

Dari keterangan saksi kemudian tersangka kami tangkap di salah satu cafe, jelasnya. Puguh menjelaskan, saat ini masih memburu beberapa tersangka lain. Sebab tidak hanya seorang saja yang melakukan aksi pengeroyokan itu.

Yang jelas antara korban dan tersangka tidak saling kenal, motif masih pendalaman, bebernya. 

Dari pengungkapan tersebut polisi menyita barang bukti sebuah kaos korban saat dikeroyok.

Sementara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka bakal dijerat pasal 80 ayat 1, 2 UU RI Nomor 35 tahun 2014 dan atau pasal 170 KUHP tentang tindak pidana kekerasan terhadap seseorang di muka umum.(*/rtn)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia