Selasa, 22 Jan 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Disidak Dewan, Kontraktor Sambat Belum Dibayar

10 Januari 2019, 14: 19: 54 WIB | editor : Wijayanto

SIDAK: Komisi III menginspeksi mendadak (sidak) pembangunan Alun-Alun Gresik.

SIDAK: Komisi III menginspeksi mendadak (sidak) pembangunan Alun-Alun Gresik. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

GRESIK – Komisi III DPRD Kabupaten Gresik kembali melanjutkan agenda evaluasi proyek pembangunan infrastruktur 2018. Kemarin, Komisi bidang pembangunan tersebut mendatangi proyek revitalisasi kawasan Alun-Alun Gresik.

Saat didatangi Komisi III, Kepala Cabang PT Anugerah Konstruksi Indonesia (AKI) Gresik selaku kontraktor pelaksana proyek tersebut Nur Hadi langsung mengungkapkan terkait keterlambatan pembayaran. “Iya memang ada kekurangan pembayaran dari Dinas PU,” ujarnya, kemarin.

Kontraktor berharap agar pembayaran proyek bisa segera dilakukan dalam waktu dekat. Jangan sampai menunggu Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2019. “Kalau bisa jangan sampai pertengahan tahun. Kalau seperti itu bagaimana kita bisa mempercepat penyelesaikan proyek,” ungkap dia.

Selain ditemui kontraktor pelaksana, Komisi III juga ditemui Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Gresik Trihandayani. Terkait dengan keluhan kontraktor pihaknya sedang berusaha mencarikan solusinya.

“Kami punya wacana kekurangan pembayaran proyek Alun-Alun menggunakan anggaran pembangunan tahap III. Jadi dari Rp 2 miliar yang disiapkan tahun 2019 untuk melanjutkan pembangunan Alun-Alun nanti sebagian digunakan membayar kekurangan proyek 2018. Nah, untuk kekurangan pembangunan tahap III nanti bisa diganti pada P-APBD,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widyana mengatakan terkait proyek Alun-Alun tahap II tahun 2018 memang ada kurang bayar sebesar Rp 2,3 miliar. “Iya kami sudah mendapatkan laporan dari DPU terkait kekurangan tersebut,” ujarnya.

Terkait dengan rencana penggunaan anggaran tahap III 2019 untuk melunasi kekurangan bayar proyek 2018 pihaknya tidak setuju. Menurut dia, seharusnya kekurangan bayar tersebut tidak perlu memotong anggaran tahap III karena sebenarnya uang sudah ada. “Tidak harus menunggu P-APBD, bisa langsung dibayar,” tegasnya. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia