Selasa, 22 Jan 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi

Bulog Sediakan 70 Ribu Ton Beras untuk Operasi Pasar

10 Januari 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

PASOKAN AMAN: Pekerja di gudang Bulog. Bulog menyediakan 70 ribu ton beras untuk operasi pasar dalam rangka menjaga kestabilan harga.

PASOKAN AMAN: Pekerja di gudang Bulog. Bulog menyediakan 70 ribu ton beras untuk operasi pasar dalam rangka menjaga kestabilan harga. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Untuk menahan gejolak harga beras pada awal tahun yang disebabkan menurunnya produksi beras, Badan Urusan Logistik Divisi Regional Jawa Timur (Bulog Divre Jatim) menyediakan 70 ribu ton beras untuk kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) atau operasi pasar (OP) hingga bulan Mei mendatang. 

Operasi pasar ini dilakukan di seluruh rumah pangan milik Bulog dan kios-kios di pasar tradisional. Bahkan, Bulog telah berkerja sama dengan pemerintah daerah untuk melakukan gerakan operasi pasar. “Kami menggandeng pedagang beras di dalam pasar untuk menyalurkan beras dari Bulog. Cara ini paling efektif menekan lonjakan harga beras,” ujar Kepala Bulog Divre Jatim Muhammad Hasyim, Rabu (9/1).

Untuk perluasan jangkauan, Bulog tidak hanya mengadakan OP di pasar induk atau pasar di pusat kota, tapi juga ke level kelurahan atau desa. untuk bisa mendistribusikan hingga tingkat desa. Dalam menjaga stabilitas harga beras, Hasyim juga menjamin stok Bulog tercukupi. 

Hasyim mengaku, memang saat ini terjadi penurunan produksi beras yang disebabkan oleh musim. Meski demikian, untuk stok beras di Bulog Divre Jatim masih aman yakni sekitar 650 ribu ton. “Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan stok tahun lalu (periode awal tahun, Red) yang kurang lebih hanya 100 ribu ton,” jelasnya.

“Apalagi sebentar lagi akan panen lagi. Nantinya kami akan membeli beras dari petani sebesar 351 ribu ton. Artinya stok beras kita satu juta ton lebih,” imbuh Hasyim.

Hasyim mengimbau kepada pedagang pasar untuk menjual beras medium dibawah harga eceran tertinggi (HET). Jika untuk beras medium harganya Rp 9.450, masyarakat bisa mendapatkan harga Rp 8.500 hingga Rp 8.600. 

Ia berharap dengan operasi pasar beras mampu menstabilkan harga, sehingga tidak terjadi keresahan di masyarakat, dan bisa meringankan beban masyarakat. Hasyim juga mengimbau pedagang tidak menaikkan harga. “Kalau dinaikkan ini sama saja menyulitkan masyarakat,” pungkasnya. (mus/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia