Jumat, 22 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Penjualan Ritel Furniture Ditopang Industri

09 Januari 2019, 17: 53: 40 WIB | editor : Wijayanto

SEGMENTASI: Industri yang tumbuh di Gresik mengangkat penjualan pemain ritel furniture.

SEGMENTASI: Industri yang tumbuh di Gresik mengangkat penjualan pemain ritel furniture. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

GRESIK - Pemain ritel furniture di Gresik sedikit tertolong penjualannya dari sektor industri. Harapan penjualan ritel dari perorangan belum bisa terangkat karena daya beli  masyarakat masih rendah.

Deputy Store Manager Informa Gresik, Suheri Marolop mengatakan, sepanjang 2018 penjualannya di Gresik banyak ditopang oleh segmen industri. Salah satunya dari pengadaan meja dan kursi kantor. Segmen ini bahkan memberikan kontribusi hingga 70 persen dari total pendapatan sepanjang 2018

“Sebelum grand opening kami gencar melakukan kanvasing ke industri-industri yang ada di Gresik dan Lamongan,” ujarnya.

Dikatakan selain perkantoran dan industri, bisnis restoran dan kafe juga mendongkrak pendapatan. Itu membuat pendapatan dari store di Gresik mencapai Rp 10 miliar dalam triwulan IV/2018 lalu. "Sehingga sepanjang Oktober hingga Desember pencapaiannya 100 persen sesuai target," kata dia.

Dikatakan, mayoritas warga Gresik masih belum familiar dengan produknya. Namun dia optimis seiring berjalannya waktu jumlah pendapatan pasti akan tumbuh.  Tahun ini, kata Marolop, pihaknya mematok target Rp 3 miliar perbulan. Target tersebut dinilai cukup ideal dengan kondisi performance Informa di Gresik.

“Target tahun ini tidak berbeda jauh dengan 2018. Kami optimis bisa merealisasikan mengingat pasar di Gresik yang masih terbuka lebar,” tandasnya.

Senada, Supervisor Divisi Furniture Transmart Gresik mengungkapkan, penjualan ritel furniture di Transmart sepanjang 2018 dinilai sesuai dengan harapan. “Produk yang paling banyak dibeli kursi dan matras (springbed, Red),” ujarnya.

Berbeda dengan Informa, rata-rata pembeli funiture di Transmart adalah segmen family. Tidak jarang mereka mengambil program cicilan untuk memudahkan pembayaran.

“Kami optimis meskipun 2019 merupakan tahun politik, namun hal ini tidak akan berdampak pada penjualan ritel. Hanya saja kami memprediksi akan ada sedikit perlambatan,” pungkasnya. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia