Sabtu, 23 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Ditunggu 10 Tahun, Sentra PKL Gajah Mada Dilaunching

09 Januari 2019, 15: 56: 47 WIB | editor : Wijayanto

NYAMAN: Sentra PKL di Jalan Gajah Mada yang hari ini mulai dibuka.

NYAMAN: Sentra PKL di Jalan Gajah Mada yang hari ini mulai dibuka. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Selama tiga bulan Satpol PP dan instansi terkait akan mengawasi pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di kawasan Jalan Gajah Mada Sidoarjo. Pengawasan itu sebagai tindak lanjut agar para PKL tetap menggunakan Sentra PKL Gajah Mada sebagaio akses untuk berjualan.

Sesuai  rencana, hari ini (9/1), Bupati Sidoarjo Saiful Ilah bakal me-launching Sentra PKL Gajah Mada sekitar pukul 15.00. Gedung lantai dua tersebut akan menampung sekitar 130 PKL yang mangkal di Jalan Gajah Mada, Raden Patah, dan Sisingamangaraja.

Kepala Satpol PP Sidoarjo Widyantoro Basuki mengatakan, pemantauan selama tiga bulan tersebut untuk menertiban PKL yang nekat balik kucing. Harapannya, dengan adanya sentra PKL tersebut maka kawasan Jalan Gajah Mada bisa steril dari PKL di pinggir jalan. “PKL yang mangkal siang dan malam harus tertib,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan menerjunkan kekuatan penuh dengan menggandeng instansi lain.  Di antaranya, polisi dan Dinas Perhubungan untuk memastikan Jalan Gajahmada tidak dipakai berjualan oleh PKL. “Kita aturan ditaati. Kita juga sudah komitmen dengan PKL,” ucapnya.

Dia mengaku butuh waktu enam bulan untuk berdioalog dengan para pedagang agar mau pindah ke tempat baru itu. Hasilnya, para pedagang bersedia dan legawa untuk pindah. “Kan untuk kenyamanan bersama termasuk pengguna jalan,” katanya.

Upaya untuk mewujudkan sentra PKL di Jalan Gajah Mada ini ibarat perjalanan panjang yang sangat melelahkan. Setelah ditunggu sejak 2009, atau sekitar 10 tahun lalu, lahan eks sekolah Tionghoa tersebut bakal benar-benar difungsikan untuk menampung puluhan PKL khusus kuliner.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo Fenny Apridawati menjelaskan, pihaknya sudah melakukan survei keberadaan PKL di kawasan Gajah Mada. Sejumlah PKL yang akan ditampung sentra PKL juga telah dipetakan.

“’Semua PKL sudah kami data dan kami atur (penempatannya,’’ katanya. Yang jelas, PKL dari Sidoarjo diprioritaskan menempati sentra itu.

Sebelumnya, sentra PKL tersebut ditargetkan dapat beroperasi awal 2017, tetapi molor. Ini karena belum ada penyerahan bangunan dari dinas terkait yang mengerjakan pembangunannya. Yakni, dinas pekerjaan umum (PU) cipta karya yang kemudian dilebur menjadi dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR).

Sentra PKL Gajah Mada memiliki total lahan seluas 4.000 meter persegi. Namun, baru 2.000 meter persegi yang dibangun. Berdasar detail engineering design (DED), sentra PKL tersebut akan memiliki 60 stan. Karena baru setengah lahan yang digarap, bangunan itu hanya memiliki 30 stan. Penggarapan separo lahan yang lain rencananya dilanjutkan kembali tahun ini.

Sentra PKL Gajah Mada merupakan cita-cita pemkab sejak dulu. Upaya untuk ’menyulapnya’ dimulai sejak 2009. Sudah beberapa kali, APBD mengalokasikan dana untuk membangun sentra tersebut.

Hasilnya selalu tidak optimal. PKL tak tertarik direlokasi ke sentra tersebut. Yang terakhir, pemkab mengalokasikan Rp 1,1 miliar untuk membangun bangunan dua lantai itu.

Hadirnya sentra PKL itu merupakan bagian dari konsep besar untuk menghidupkan kawasan kota lama di Sidoarjo. Selama ini kawasan Jalan Gajah Mada dikenal sebagai daerah rawan macet. Banyaknya titik parkir dan PKL membuat kawasan tersebut tampak ruwet.

Bahkan, kawasan itu nyaris tidak menyisakan jalur bagi pejalan kaki. Kondisinya semakin semrawut karena angkot ngetem di sembarang tempat. Diharapkan, masuknya puluhan PKL ke sentra yang baru itu bisa mengurangi angka kemacetan di jalan protokol Kota Delta. (vga/rek)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia