Selasa, 22 Jan 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Kepincut Berondong Bos Kos-kosan, Anak-Suami Ditinggal

09 Januari 2019, 04: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Di mata orang yang tak pandai bersyukur, rumput tetangga memang tampak lebih indah hijau. Karin, 37, ini contohnya. Yang tanpa beban meninggalkan anak dan suami, demi bujangan pemilik kos-kosan yang lebih menawan dan menantang.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Awalnya, Radar Surabaya mengira bahwa Karin punya nasib yang sama dengan perempuan lain. Yang terpaksa menggugat suami gara-gara teraniaya lahir maupun batin. Namun ternyata semua itu salah. 

Alasan Karin menggugat cerai Donwori gara-gara ia kecantol berondong. Yang usianya delapan tahun lebih muda darinya. Pantas saja, saat berada di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, ia terlihat begitu santai. 

Sebut saja, berondongnya Karin ini bernama Donjuan. Donjuan merupakan tetangganya di daerah Dukuh Pakis sana. Bisa dibilang, Karin sudah lama tak bersua dengan Donjuan. Karena setelah menikah, Karin diboyong Donwori, suaminya ke Lamongan. Nah setelah puluhan tahun berlalu, Karin bertemu lagi dengan Donjuan. Tepatnya saat ia pulang kampung ke rumah orang tua. 

"Dia sekarang jadi pemilik kos-kosan, Mbak. Padahal masih bujangan lho. Hebat to," Kata Karin, bangga. 

Karin sendiri mengaku masih heran, dari mana asalnya ia bisa jatuh cinta dengan Donjuan. Wong sejak bertetangga dulu, ia juga jarang berkomunikasi. Hanya saja, ketika ia pulang kampung, Donjuan mulai menggoda iman. Apalagi, ia tak menyangka kalau servis Donjuan, jauh lebih memuaskan dibandingkan dengan Donwori. " Kalau Mas Don (Donwori, Red) itu cara mainnya monoton, kurang variasi kalau kataku," akunya, tanpa beban. 

Kalau Donjuan, jangan ditanya, Karin mengaku sampai ampun-ampun. Karin menduga, hal ini karena Donjuan adalah anak muda, makanya banyak referensinya. Apalagi tinggalnya di kota. Berbeda dengan Donwori yang hanya pria sederhana dari desa. Mainnya juga sekadarnya saja. Ditambah, dari segi fisik, Donwori kalah telak dibandingkan prejengane Donjuan yang masih kinyis-kinyis.

Pertanyaannya, apakah Karin dapat restu dari orang tua? Ternyata jawabannya tidak. Boro-boro direstui, Karin malah diamuk. Namun sepertinya, semakin dewasa, orang lebih berani menantang bahaya. Karena tak direstui, ia nekat kabur bareng Donjuan ini. Meninggalkan suami dan anaknya di kampung. 

Radar Surabaya sendiri serba salah mau tanya bagaimana nasib anak dan suami yang ditinggal. Takut Karin tersinggung. Wong dari gelagatnya saja, Karin ini tak menampakkan beban sama sekali sudah ninggalin anak dan suami. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia