Selasa, 26 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Perputaran Uang di Surabaya Tahun 2018 Capai Rp 2 Triliun per Hari

08 Januari 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

POTENSIAL: Suasana salah satu restoran di salah satu hotel berbintang di Surabaya. Sektor jasa dan perdagangan menjadi kontributor utama perputaran ua

POTENSIAL: Suasana salah satu restoran di salah satu hotel berbintang di Surabaya. Sektor jasa dan perdagangan menjadi kontributor utama perputaran uang di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Surabaya memperkirakan perputaran uang di sektor jasa dan perdagangan tahun ini akan terus meningkat signifikan.

Sepanjang tahun 2018, Kadin berhasil mencatatkan adanya perputaran transaksi keuangan hingga Rp 2 triliun setiap harinya di Surabaya dan perputaran uang di kedua sektor tersebut trennya diklaim akan meningkat tajam.

Menurut Ketua Kadin Surabaya Jamhadi, perputaran uang sebanyak Rp 2 triliun tersebut berasal dari sektor jasa dan perdagangan sebanyak 49 persen. Kemudian, sektor industri pengolahan, transportasi, perhubungan, dan telekomunikasi menyumbang sebesar 17 persen.

Sementara, peningkatan perputaran uang di tahun ini jika dilihat dari kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) setidaknya mampu mencapai 51 persen dari yang sekarang di kisaran angka 49 persen. "Peningkatam di sektor jasa dan perdagangan itu faktor permicunya disebabkan oleh empat hal," terangnya di Surabaya, Senin (7/1).

Empat faktor yang dimaksud antara lain, fasilitas bisnis di Surabaya yang kian meningkat, pembangunan hotel serta fasilitas olahraga berkaliber internasional yang bertambah.

Lalu, kunjungan wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri hingga predikat kota global yang dimiliki Surabaya. "Hanya saja sektor jasa dan perdagangan ini tinggal barangnya apa nanti dan inilah yang perlu didiskusikan lagi," ujarnya.

Jamhadi menambahkan, sejauh ini perputaran uang secara nasional tercatat kurang lebih sekitar Rp 38 triliun per harinya. "Kontribusi Jatim sendiri sekitar 17 persen, artinya tidak kurang dari Rp 6,5 triliun per hari di demand market," tambahnya.

“Kontribusi pertama perputaran uang di Jatim ialah industri pengolahan yang proporsinya 30 persen. Lalu, jasa dan perdagangannya 17 persen. Sektor pertanian 15 persen. Serta sisanya di sektor lain secara merata," pungkasnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia