Kamis, 21 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Mereka Minta Gedung Kesenian THR Dipindah ke Depan

05 Januari 2019, 07: 45: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

TAK TERAWAT: Kondisi panggung hiburan yang berada di Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya. Beberapa seniman berharap agar Wali Kota Surabaya Tri Rismah

TAK TERAWAT: Kondisi panggung hiburan yang berada di Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya. Beberapa seniman berharap agar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini segera memindahkan lokasi gedung ludruk yang berada di area tersebut. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Gedung kesenian di Surabaya yang berlokasi di Taman Hiburan Rakyat (THR) kondisinya cukup memprihatinkan. Bangunannya yang tua, fasilitas tak lengkap dan minimnya penerangan membuat tempat yang menjadi cikal bakal lahirnya seniman-seniman hebat dari Surabaya makin terkubur. Di tahun 2019 ini, seniman ludruk berharap agar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini segera tepati janjinya untuk memindahkan gedung kesenian ludruk ke depan. Harapan itu diwakilkan oleh Meimura, pegiat ludruk Irama Budaya Nusantara, Jumat (4/1). 

Meimura menjelaskan, Risma pernah melontarkan wacana itu di pertengahan tahun 2017. Tepatnya di bulan Mei, seusai ia dan kelompoknya menampilkan kesenian ludruk kepada anak-anak SD. Ia kala itu menyebutkan bahwa kontrak pemerintah kota dengan pengelola Hitech Mall yang berlokasi tepat di depan gedung THR ini tidak akan diperpanjang. Dan akan dibangun gedung kesenian untuk mewadahi seniman Surabaya dalam beraktivitas. Namun, hingga kini, pihaknya belum tahu apakah pemerintah sudah melakukan langkah realisasi atau belum. 

“Kami tidak tahu kabarnya kapan direalisasikan dan kami ingin mendengar kelanjutan kabarnya,” katanya . 

Meimura menjelaskan, pemindahan gedung kesenian ke depan bukan lagi harapan melainkan suatu keharusan. Pasalnya, sampai saat ini Surabaya belum memiliki ruang representatif untuk menampilkan kekayaan kebudayaan di Surabaya.  

Padahal, jika pemindahan gedung ini segera direalisasikan, akan ada banyak hal positif yang juga imbasnya kembali kepada pemerintah. Seperti, jika ada gedung yang baru, apalagi posisinya di depan, akan memudahkan orang-orang untuk mengakses masuk. Yang tentu saja akan potensial sebagai kemajuan wisata kebudayaan di Surabaya. Mengingat selama ini, banyak orang yang tak tahu letak gedung kesenian karena lokasinya masih di belakang. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan, gedung kesenian yang ada saat ini masih sangat jauh dengan standar gedung kesenian yang seharusnya. Mulai dari bentuk bangunan, kebersihan dan nilai fungsional. Seperti suara tidak akan keluar jika sedang ada pertunjuukan di dalam. “Kalau di sini main, di samping main, di luar main, suaranya tabrakan. Apalagi kalau ada dangdut, makin tabrakan suaranya,” lanjutnya.

Gedung kesenian yang didesain dengan baik akan berimbas juga pada proses regenerasi kesenian ludruk kepada anak-anak. Jika dibuatkan lokasi yang baik, orang lain yang ingin belajar pun akan senang.  Ia berharap, pemerintah serius memperhatikan nasib kesenian di Surabaya. (is/nur)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia