Selasa, 26 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Antisipasi Kecurangan, Surat Suara Dilengkapi Security Printing

04 Januari 2019, 17: 03: 46 WIB | editor : Wijayanto

ANTISIPASI: Komisioner KPU Jatim Divisi Perencanaan dan Logistik Dewita Hayu Shinta.

ANTISIPASI: Komisioner KPU Jatim Divisi Perencanaan dan Logistik Dewita Hayu Shinta. (MUS PURMADANI/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Menyikapi kabar hoax surat suara dalam tujuh kontainer dan sudah tercoblos. Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) memastikan sudah mengantisipasi berbagai modus kecurangan yang kemungkinan bisa terjadi.

Komisioner KPU Jatim Divisi Perencanaan dan Logistik Dewita Hayu Shinta mengatakan, meskipun desain dan cetak surat suara menjadi kewenangan KPU Pusat, namun untuk provinsi, kabupaten maupun kota memiliki kewajiban melaksanakan penanganan terhadap surat suara yang telah ditetapkan dalam regulasi.

“Sebagai bentuk pengamanan setiap lembar surat suara telah dilengkapi security printing, tujuan utamanya adalah mencegah pemalsuan. Security printing hanya diketahui KPU dan pihak perusahaan yang mencetak surat suara saja,” ujarnya.

Wanita yang akrab disapa Shinta ini menuturkan, setiap lembar surat suara juga diberi microtext untuk menghindari penjiplakan. Microtext ini tidak terlihat dengan kasat mata dan hanya dikeluarkan oleh perusahaan percetakan yang sudah kerja sama dengan KPU.

“Jadi surat suara itu akan ketahuan apabila dipalsukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Karena setiap surat suara telah diberi security printing dan kode microtext,” tuturnya.

Shinta menambahkan, proses distribusi surat suara dari percetakan ke KPU hingga ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dipastikan sangat aman. Menurutnya, selain proses distribusinya menggunakan pengawalan aparat kepolisian, di KPU surat suara tersebut akan disortir.

“Jika ada yang rusak akan kita sampaikan ke pusat untuk diganti. Surat suara rusak tersebut nantinya akan dibakar. Dan setelah didistribusikan ke TPS akan dilakukan cek ulang. Sehingga kita pastikan tidak akan ada kecurangan,” tegasnya.

Saat ditanya banyaknya berita-berita hoax baik di media sosial maupun website, Shinta menegaskan, masing-masing KPU mulai dari pusat hingga kabupaten maupun kota sudah mengantisipasinya. Yakni dengan counter (melawan) berita hoax tersebut melalui sosial media maupun website resmi milik KPU. “Kami mengimbau kepada masyarakat ketika ada berita hoax langsung cek websitenya KPU,” pungkasnya. (mus/nur)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia