Selasa, 26 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Gresik
Mantan Koki di Singapura, Kini Jual Roti Canai

Meski Berjualan di Warung Kecil, Pelanggan Membludak

03 Januari 2019, 13: 52: 30 WIB | editor : Wijayanto

TERAMPIL: Putri sedang membuat roti canai di dapur mungil miliknya.

TERAMPIL: Putri sedang membuat roti canai di dapur mungil miliknya. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Pekerjaan mapan sebagai koki salah satu restoran ternama di Singapura tidak membuat Putri betah tinggal di negeri orang. Agar bisa dekat dengan keluarga, ia memilih berjualan canai di Jalan Yos Sudarso, Bedilan, Kota Gresik.

Yudhi Dwi Anggoro-Wartawan Radar Gresik

Saat ditemui di rumahnya sekitar pukul 15.00, Putri sedang menata bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat roti canai. “Ada apa mas, warung canainya belum buka. Masih siap-siap,” ujar Putri menyapa wartawan Radar Gresik yang datang ke rumahnya.

Sambil mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk jualan canai, Putri menjelaskan pilihannya untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai koki di Singapura dan memilih berjualan canai di Gresik. “Yak arena pingin dekat dengan keluarga. Makanya saya pilih pulang ke Indonesia,” ujarnya.

Menurut dia, sebenarnya ia telah pulang ke Indonesia sejak tahun1985 lalu. Namun, ia tidak langsung berjualan canai. Berjualan canai baru ia lakukan pada tahun 2017 lalu. “Ya memang melihat masyarakat Gresik mulai menyukai canai. Makanya saya coba buka warung canai,” ungkap dia.

Dikatakan, meskipun telah lama tidak membuat canai seperti saat menjadi koki di Singapura, ternyata kemampuannya tidak hilang. Bahkan, ia kini sudah memiliki 11 varias menu di warungnya. “Alhamdulillah masih bisa,” ungkapnya.

Sementara terkait kemungkinan dirinya untuk kembali menjadi koki di Singapura, wanita 51 tahun tersebut mengaku sudah tidak memiliki keinginan lagi. Bukan karena penghasilannya sedikit, namun ia merasa tidak nyaman bekerja ikut orang.

Terutama Suaminya, Moh. Ijtihad. Lelaki 56 tahun itu juga sudah enggan merantau. Apalagi sampai menjadi TKI. Sudah tidak ada dibenaknya. Sekarang ia hanya menemani istrinya jualan Canai. Disamping warung Canainya, Ijtihad membuka warung kelontong. “Sudah tua mas, di rumah saja. Santai,” ucap Bapak dua anak itu. (yud/rof)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia