Jumat, 26 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Bantah Lalai, Ibnu Sina Tuding Kontraktor yang Tak Becus

03 Januari 2019, 13: 48: 00 WIB | editor : Wijayanto

Ngawue : Proyek pemasangan Alumunium Composite Panel (ACP) RSUD Ibnu Sina yang disidak Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto

NGAWUR: Proyek pemasangan Alumunium Composite Panel (ACP) RSUD Ibnu Sina yang disidak Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

GRESIK - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina membantah tuduhan yang menyebut mereka lalai dalam mengawasi proyek pemasangan Alumunium Composite Panel (ACP). Mereka berdalih telah melakukan pengawasan ketat bersama konsultan proyek. Bahkan, RSUD Ibnu Sina menuding kontraktor pelaksana memang tidak becus mengerjakan proyek tersebut.
Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Ibnu Sina, Teguh Iman Subagjo mengungkapkan, sejak awal kontraktor pelaksana PT Saranakarya Bangun Persada terlihat kurang becus dalam mengerjakan proyek yang dimenangkan. Hal ini terlihat dari molornya target penyelesaian proyek yang seharusnya tuntas pada tanggal 20 Desember 2018.
“Saat ini mereka sedang menjalani sanksi denda administratif dari kami karena proyek ini harus sudah selesai pada tanggal 20 Desember lalu,” ujarnya.
Namun demikian Teguh berdalih pihaknya enggan disalahkan atas buruknya pekerjaan proyek. Sebab, selama ini RSUD Ibnu Sina telah melakukan pengawasan yang ketat. Salah satunya yakni menggelar rapat evaluasi bersama kontraktor pelaksana setiap minggu.
”Kalau lalai tentu tidak karena setiap harinya proyek kami kontrol bahkan setiap minggu ada evaluasi. Hanya saja kontraktor ini kemarin memang sedang kekurangan material bahan sehingga menggunakan bahan sisa,” jelasnya.
Dia juga mengungkapkan, saat ini PT Saranakarya Bangun Persada akan mendatangkan 15 lembar ACP lagi untuk menutup dinding yang masih berlubang. Hanya saja kendala yang dihadapi banyak pekerja proyek yang pulang kampung sehingga diprediksi pekerjaan tidak akan selesai dalam waktu cepat.
“Kontraktor menjanjikan sebelum tanggal 20 sudah finish. Mereka juga bersedia mengganti bahan dan membayar dendam” tuturnya.
Menanggapi hal itu, Plt Sekretaris Daerah Pemkab Gresik, Nadlif meminta agar RSUD Ibnu Sina bisa tegas terhadap kontraktor pelaksana. Sebab, akibat hal ini Pemkab Gresik sudah dirugikan.
“Kami tidak mau tau banyaknya pekerja yang pulang kampung. Yang kami mau proyek ini selesai tepat waktu. Bahkan jika perlu kontraktornya diberi ketegasan hingga diancam blacklist agar memberikan efek jera,” tegas Nadlif.
Sebelumnya, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mencak-mencak saat melihat proyek pemasangan Alumunium Composite Panel (ACP) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina dikerjakan dengan asal-asalan.
Buktinya, proyek yang menguras anggaran APBD hingga Rp 4,4 miliar ternyata materialnya menggunakan bahan sisa. Sehingga hasilnya tidak simetris dan tembok masih banyak yang berlubang.
Bupati meminta agar proyek pemasangan ACP yang dilakukan PT Sarana Karya Bangun Persada dilakukan pembongkaran. Jika tidak, dirinya tidak akan menandatangani sisa pembayaran proyek tersebut.
“Saya minta ini dibongkar semua. Mengerjakan proyek jangan asal selesai saja namun juga harus sesuai spesifikasi yang kami minta,” tegas Bupati Sambari.
Bupati berlatar belakang pengusaha itu menduga dalam mengerjakan proyek ACP senilai Rp 4,4 miliar kontraktor ingin mengeruk keuntungan yang tinggi. Hal itu bisa dia lihat dari ACP yang dipasang pada tembok RSUD Ibnu Sina.
“Bisa jadi karena tidak mau rugi akhirnya ACP sisa pemotongan dicoba untuk dipasang meskipun bentuknya tidak simetris dan menutup dinding gedung,” imbuhnya. (fir/rof)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia