Minggu, 20 Jan 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Waspadai Ini, Jangan Sepelekan Nyeri Punggung

30 Desember 2018, 10: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Waspada: Dokter spesialis orthopaedic, dr. Primadenny (kanan), menjelaskan tentang  bagian-bagian tulang belakang yang sering terasa nyeri, di Jalan N

Waspada: Dokter spesialis orthopaedic, dr. Primadenny (kanan), menjelaskan tentang bagian-bagian tulang belakang yang sering terasa nyeri, di Jalan Ngagel Jaya, Surabaya. (ISMA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Nyeri punggung bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti  kulit, otot ataupun sendi area di tulang belakang. Nyeri yang disebabkan otot,  akan mudah dihilangkan dengan diurut atau  obat nyeri, tetapi tidak dengan nyeri karena saraf kejepit. 

Saraf kejepit, atau istilah kedokterannya Herniaterd Nucleus Pulposus (HNP) merupakan penyakit yang biasa terjadi pada punggung bawah. HNP terjadi ketika lingkaran jaringan ikat mengalami kerusakan,  sehingga menyebabkan cakram bantalan tulang menonjol keluar dan menekan saraf tulang belakang. Akibatnya, muncul nyeri di area cakram yang menonjol dan menyebabkan gejala kesemutan dan mati rasa di area tubuh yang dikendalikan oleh saraf punggung tersebut.

Dokter spesialis Ortopedi dari RSUD Dr. Soetomo, dr Primadeny AA.,M,Si,.SpOT(K) menjelaskan, penyebab penyakit ini belum pasti, namun bisa diindikasikan dari beberapa hal. Misalnya dari aktifitas berulang yang melibatkan membungkuk atau memutar secara berebihan. Bisa juga karena obesitas. “ Berst badan yang berlebih akan memberikan tekanan pada piringan sendi di punggung bawah,” paparnya. 

Faktor usia juga berpengaruh pada munculnya HNP ini. Secara umum HNP terjadi pada orang tua dan dibandingkan dengan anak muda. Mengikuti kekuatan tulang belakang seiring bertambahnya usia. Dan terlebih, faktor keturunan yang mendukung jga memicu timbulnya penyakit ini. 

Gejala-gejala umum dari HNP bervariasi. Diantaranya adalah nyeri punggung bawah yang menjulur hingga kaki, kesemutan dan mati rasa, dan melemahnya otot. Sebenarnya, penyakit ini tidak mengancam nyawa, namun dengan adanya nyeri, dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. apalagi, rasa nyeri sangat membantu beraktifitas. Bahkan, dalam keadaan tertentu mampu menyebabkan kelumpuhan.

Oleh sebab itu, daripada hanya dengan menghilangkan rasa nyeri dengan memberikan obat oles maupun mengkonsumsi obat penghilang nyeri, akan lebih baik untuk mencabut penyebab nyerinya dengan operasi kecil. Namun sebelum itu, sebaiknya dilakukan pemeriksaan melalui CT Scan untuk memastikan tipe nyeri.(is/nug)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia