Rabu, 20 Feb 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

690 Caleg Bakal Rebut 50 Kursi DPRD Surabaya

23 Desember 2018, 17: 04: 58 WIB | editor : Wijayanto

Gedung DPRD Surabaya

Gedung DPRD Surabaya (DOK/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Persaingan Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRD Kota Surabaya 2019 mendatang akan diikuti oleh 690 calon legislatif (Caleg) dari 16 Partai Politik. Mereka nantinya bersaing memperebutkan 50 kursi di DPRD Kota Surabaya. 

Pesta demokrasi yang ditetapkan pada 17 April 2019 itu, nampaknya akan beradu begitu ketat. 

Komisioner Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Surabaya, M. Kholid Asyadulloh mengungkapkan, jika sebelumnya terdapat 691 daftar calon tetap (DCT) dari 16 partai politik sebagai peserta Pileg 2019. 

Namun, terdapat 1 DCT dari Partai Berkarya meninggal dan dinyatakan gugur. “Dikarenakan sudah melampaui tanggal penetapan akhir susunan DCT, maka satu nama terpaksa kita coret,” ujar M Kholid Asyadulloh, kemarin.  

Sedangkan mengenai kesiapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya dalam menyambut pesta demokrasi mendatang, sudah hampir rampung. “Semua peralatan sudah tiba di Surabaya. Mulai dari kotak suara yang berbahan duplek, bilik suara, paku, bantalan coblos, segel, hampir semua sudah ada di gudang logistik Nambangan. Secara data untuk logistik, yang belum tersedia hanya surat suara pemilu. 

“Kemungkinan surat suara sudah ada pada Januari 2019 ini, kalo sekarang masih dalam tahap proses,” imbuhnya.

Pada Pileg dan Pilpres 2019 nanti, diakui terdapat 8.146 TPS yang akan digunakan untuk coblosan di wilayah Surabaya. Jumlah tersebut dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan Pilgub Jatim 2018 yang hanya berkisar 4.284 TPS. Peningkatan tersebut, guna memaksimalkan upaya untuk bisa melancarkan pelaksanaan pemilu 2019.

Pileg 2019 yang akan digelar bersamaan dengan Pilpres pada 17 April 2019 nanti, terdapat satu hal yang menarik. Perhitungan suara pada Pemilu 2019 mendatang  akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika Pemilu 2018 memakai metode BPP (Bilangan Pembagi Pemilih) dalam menentukan jumlah kursi, maka pemilu 2019 nanti, akan menggunakan teknik Sainte Lague untuk menghitung suara.

M. Kholid menyampaikan bahwa sistem pembagian kursi nantinya dilakukan dengan pembagian bilangan ganjil 1, 3, 5, 7 dan seterusnya. Jika partai sudah dapatkan kursi pertama, untuk pembagian berikutnya partai tersebut akan dibagi 3. “Dengan begitu, kita tidak bisa memastikan bahwa satu kursi dewan seharga berapa suara,” terangnya.

Sistem tersebut, membuat mau tak mau, Caleg dan Partai harus bekerja sama dalam peraihan suara terbanyak. Menang secara individual untuk suara caleg tetapi suara partai tak terdongkrak, akan mempengaruhi proses duduknya calon di legislatif. (yus/rud)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia