Selasa, 19 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Jalan Raya Gubeng Ambles dalam Waktu Lima Menit

Panik, Banyak Warga Tinggalkan Mobil dengan Pintu Terbuka

19 Desember 2018, 09: 21: 56 WIB | editor : Wijayanto

BIKIN PANIK: Petugas melakukan pencarian korban di lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng, Rabu pagi (19/12).

BIKIN PANIK: Petugas melakukan pencarian korban di lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng, Rabu pagi (19/12). (INSTAGRAM/DISHUB SURABAYA)

SURABAYA - Ada tiga mobil yang nyaris terjebak saat Jalan Raya Gubeng ambles, Selasa (18/12) malam. Salah satunya adalah mobil milik Rudi, warga Kertajaya. Ia mengaku sempat berhenti di belakang tiga mobil di depannya. Tak hanya itu, ia juga menjelaskan banyak pengendara meninggalkan mobilnya dan ada yang memutar balik melaju ke arah selatan lewat jalan Keputran dan Bagong Ginayan.

Saat kejadian, ia mengatakan dari jarak sekitar 100 meter sudah melihat papan reklame gedung dan kabel listrik bergoyang seperti terjadi gempa bumi. "Saya lewat jalan ini (Jalan Gubeng, Red) sekitar pukul 21.10. Jadi ada tiga mobil di belakang saya. Ya Allah beruntung saya selamat. Kanan kiri saya banyak pintu mobil sudah terbuka, semua ditinggal pemiliknya," ucapnya saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (19/12) dinihari.
Ia mengaku saat itu dirinya melihat banyak pegawai proyek dan banyak perempuan berlarian menuju ke arah Jalan Sulawesi. Ia juga menjelaskan, saat kejadian tidak ada aba-aba dari pihak proyek. Ia juga sempat membelokkan mobilnya ke arah kanan (Jalan Sumbawa, Red) untuk menyelamatkan diri.
"Itu kan ada belokan ke kanan (Jalan Sumbawa, Red), saya coba belokkan mobil saya akhirnya banyak pengendara yang ikut berbelok ke kanan untuk menyelamatkan diri," jelasnya.
Sebelum jalan ambles, Rudi mengaku sempat melihat banyak mobil dengan kondisi pintu terbuka di depannya. Selain itu, di lokasi kejadian, ia melihat pepohonan dan kabel listrik terguncang hebat sekitar lima menit. Ia menjelaskan, proses amblesnya jalan tersebut secara bertahap hingga akhirnya ambles membentuk jurang di tengah jalan.

"Karena kabelnya bergerak semua gitu, papan reklame gedung bank BNI saya lihat juga ambruk, lalu goyang lagi, ambles lagi, sampai semua orang berlarian. Jadi banyak suara teriakan minta tolong, sama ada teriakan jangan jalan di trotoar," tandasnya. (gin/jay)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia