Selasa, 19 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Musim Hujan, Waspada Demam Berdarah dan Diare

18 Desember 2018, 17: 46: 15 WIB | editor : Wijayanto

JAGA KESEHATAN: Dua orang anak sedang bermain di genangan air hujan di salah satu jalan di Surabaya.

JAGA KESEHATAN: Dua orang anak sedang bermain di genangan air hujan di salah satu jalan di Surabaya. Saat musim hujan rawan penyakit, khususnya bagi anak-anak yang daya tahan tubuhnya belum sempurna. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Seorang ibu harus selalu sigap menjaga kesehatan buah hatinya agar jauh dari penyakit. Apalagi di musim hujan ini, ada banyak penyakit musiman seperti demam berdarah yang kerap muncul akibat banyaknya genangan air yang dibiarkan menjadi rumah nyamuk berkembang biak.

Dokter anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya dr Meta Hanindita SpA menyebutkan, selain demam berdarah, penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri juga berkembang pesat di musim ini. Hal ini disebabkan karena  air hujan yang turun dapat membawa bakteri dan parasit dari septic tank dan kotoran hewan terangkat lalu hanyut dan mencemari sumber air bersih. Perubahan cuaca yang sangat cepat akan mengubah tekanan udara, suhu, serta komposisi udara, menjadi lingkungan yang sempurna untuk berkembangnya kuman dan virus penyakit.

“Penyakit-penyakit seperti influenza, pusing, diare, disentri biasanya meningkat,” paparnya kepada Radar Surabaya, Senin (17/12).

Apalagi anak-anak memang daya tahan tubuhnya belum terlalu sempurna. Meta menjelaskan, daya tahan tubuh anak-anak disebabkan oleh banyak faktor. Selain faktor lingkungan seperti perubahan kondisi cuaca, juga dipengaruhi oleh faktor internal berupa asupan nutrisi yang dikonsumsi setiap hari.

Untuk itu, hendaknya orang tua melakukan beberapa tindakan antisipasi agar anak terhindar dari penyakit, seperti cuci tangan. Cuci tangan sebaiknya dilakukan sebelum dan sesudah makan, setelah buang air dan saat mandi. “Penelitian menyebutkan, kasus diare pada anak menurun drastis saat responden mencuci tangan menggunakan sabun,” imbuhnya.

Selanjutnya adalah melindungi diri dari nyamuk. Caranya, bisa dengan obat nyamuk atau sesederhana menggunakan kelambu saat tidur.

Yang ketiga adalah menjaga kebersihan lingkungan.Pastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah. Selalu buang sampah pada tempatnya dan bersihkan selokan secara teratur. “Jangan lupa untuk menutup bak penampungan air agar tidak ditinggali jentik-jentik nyamuk,” lanjut Meta.

Selain itu, hindari penularan dengan masker. Bila ada salah satu anggota keluarga yang sakit, mintalah anggota keluarga yang lain menggunakan masker hidung untuk mencegah penularan.

Dan terakhir, mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang juga menjadi upaya agar anak terhindar dari penyakit musiman. Nutrisi yang baik dapat meningkatkan daya tahan imun tubuh terhadap penyakit. “Ini merupakan cara yang paling penting, kalau nutrisinya baik, kekebalan tubuh terhadap penyakit juga baik,” pungkasnya. (is/nur)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia