Selasa, 19 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

8 Tahun Gagal Wujudkan Trem, Risma Pilih Perbanyak Bus

11 Desember 2018, 16: 49: 53 WIB | editor : Wijayanto

ANDALAN: Bus Suroboyo yang makin jadi favorit warga untuk berwisata kota dan bepergian.

ANDALAN: Bus Suroboyo yang makin jadi favorit warga untuk berwisata kota dan bepergian. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – 

SURABAYA –  Mimpi Kota Surabaya untuk memiliki angkutan massal trem (kereta yang memiliki rel khusus di dalam kota) sepertinya bakal berhenti. Proyek yang mulai diperjuangkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sejak 2010 lalu itu terancam tak terwujud.

Wanita yang akrab disapa Risma ini mengaku masa jabatannya yang tinggal dua tahun membuat tidak mungkin untuk membangun trem.  Pasalnya belum selesai pengerjaannya sudah selesai jabatannya. Belum lagi sistem pendanaan yang belum jelas.

“Aku tidak mungkin mewujudkan impian sejak sepuluh tahun lalu saat aku masih menjadi kepala Badan Pembangunan dan Perencanaan Kota (Bappeko). Sudah tidak memungkinkan, karena aku tinggal dua tahun lagi. Kalaupun mau dibangun, konstruksinya saja membutuhkan waktu dua tahun,” ujar wali kota yang karib disapa Risma itu.

Ia mengakui, sebenarnya berbagai upaya telah dilakukan untuk mewujudkan proyek impiannya itu. Seperti memasukkan anggaran Rp 3,1 miliar dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) 2018. Namun anggaran tersebut dikepras oleh DPRD Surabaya menjadi Rp 400 juta untuk uji kelayakan terhadap transportasi publik yang tepat.

Bahkan meski sempat masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) pun, namun pembiayaan dari pemerintah pusat belum juga turun ke Surabaya. Ini yang membuat pemkot semakin kesulitan untuk mewujudkan pembangunan trem.

Alternatif lain juga pernah dilakukan dengan sistem tender yang melibatkan swasta. Namun langkah tersebut gagal lantaran terkendala kelembagaan.

Risma mengatakan alternatif yang dilakukan adalah memperbanyak jumlah Bus Suroboyo. Sebab menurutnya, Suroboyo Bus menjadi pilihan yang tepat untuk penyediaan angkutan masal ketika trem dipastikan tidak bisa dibangun. “Solusinya hanya menggunakan bus,” ucapnya pasrah.

Meski demikian, Risma mengatakan bahwa pembangunan trem masih sangat memungkinkan terwujud di Surabaya. Menurutnya tinggal siapa nanti yang ingin melanjutkan gagasan tersebut.

“Atau bisa juga PT KAI, tapi memang sepertinya pembangunan trem akan dilakukan PT KAI. Kalaupun nanti trem bisa terealisasi, maka angkutan bus bisa ditata lagi seperti rute timur-barat,” pungkasnya. (mus/jay)  

itu terancam tak terwujud.

Wanita yang akrab disapa Risma ini mengaku masa jabatannya yang tinggal dua tahun membuat tidak mungkin untuk membangun trem.  Pasalnya belum selesai pengerjaannya sudah selesai jabatannya. Belum lagi sistem pendanaan yang belum jelas.

“Aku tidak mungkin mewujudkan impian sejak sepuluh tahun lalu saat aku masih menjadi kepala Badan Pembangunan dan Perencanaan Kota (Bappeko). Sudah tidak memungkinkan, karena aku tinggal dua tahun lagi. Kalaupun mau dibangun, konstruksinya saja membutuhkan waktu dua tahun,” ujar wali kota yang karib disapa Risma itu.

Ia mengakui, sebenarnya berbagai upaya telah dilakukan untuk mewujudkan proyek impiannya itu. Seperti memasukkan anggaran Rp 3,1 miliar dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) 2018. Namun anggaran tersebut dikepras oleh DPRD Surabaya menjadi Rp 400 juta untuk uji kelayakan terhadap transportasi publik yang tepat.

Bahkan meski sempat masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) pun, namun pembiayaan dari pemerintah pusat belum juga turun ke Surabaya. Ini yang membuat pemkot semakin kesulitan untuk mewujudkan pembangunan trem.

Alternatif lain juga pernah dilakukan dengan sistem tender yang melibatkan swasta. Namun langkah tersebut gagal lantaran terkendala kelembagaan.

Risma mengatakan alternatif yang dilakukan adalah memperbanyak jumlah Bus Suroboyo. Sebab menurutnya, Suroboyo Bus menjadi pilihan yang tepat untuk penyediaan angkutan masal ketika trem dipastikan tidak bisa dibangun. “Solusinya hanya menggunakan bus,” ucapnya pasrah.

Meski demikian, Risma mengatakan bahwa pembangunan trem masih sangat memungkinkan terwujud di Surabaya. Menurutnya tinggal siapa nanti yang ingin melanjutkan gagasan tersebut.

“Atau bisa juga PT KAI, tapi memang sepertinya pembangunan trem akan dilakukan PT KAI. Kalaupun nanti trem bisa terealisasi, maka angkutan bus bisa ditata lagi seperti rute timur-barat,” pungkasnya. (mus/jay)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia