Selasa, 22 Jan 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Jelang Nataru, Harga Telur Ayam Ras Naik 45 Persen

09 Desember 2018, 22: 42: 37 WIB | editor : Wijayanto

PERMINTAAN MENINGKAT: Pengunjung melihat telur ayam lokal curah di salah satu supermarket di Surabaya, beberapa waktu lalu.

PERMINTAAN MENINGKAT: Pengunjung melihat telur ayam lokal curah di salah satu supermarket di Surabaya, beberapa waktu lalu. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Jelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019, beberapa bahan pokok terpantau mengalami kenaikan harga. Salah satunya ialah telur ayam ras yang mengalami kenaikan harga mencapai Rp 5.000 hingga Rp 7.000 atau hampir 45 persen.

Salah satu peternak ayam dari Blitar, Supono mengatakan, kenaikan harga telur ayam ras ini telah terjadi sejak sepekan lebih.

"Sejak akhir November sudah mulai mengalami kenaikan," terangnya di Surabaya, kemarin.

Menurut Supono, sebelumnya, harga telur ayam ras berada di kisaran harga Rp 15.000 sampai dengan Rp 16.000 per kilogram. Namun sudah satu minggu ini berada di kisaran harga Rp 20.000 sampai dengan Rp 22.000.

Diakuinya, memang setiap jelang tahun baru tren permintaan telur ayam ras selalu meningkat. "Khususnya permintaan dari wilayah timur, selalu meningkat setiap akan tahun baru," ujarnya.

Supono mencontohkan di wilayah timur seperti daerah Sulawesi dan Flores yang mendominasi permintaan telur saat ini.

"Di wilayah timur banyak umat Kristiani yang merayakan Natal. Memang kalau di sana kalau tahun baru harga bahan baku suka meningkat, banyak hajatan," tuturnya.

Selain meningkatnya jumlah permintaan telur, hal lain yang juga menyebabkan naiknya harga telur ayam ras dikarenakan produksi telur yang agak berkurang.

"Karena datangnya musim hujan dan cuaca yang tidak menentu, kadang ayam kedinginan, jadi produksinya tidak bagus," jelasnya. 

Supono memprediksi, kenaikan harga telur ayam ras ini akan bertahan hingga awal bulan Januari saja.

"Jika dibandingkan dengan Lebaran kemarin, ini belum seberapa. Kalau Lebaran malah bisa sampai Rp 25.000-Rp 30.000 per kilogram dan bertahan cukup lama," imbuhnya. (cin/jay)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia