Minggu, 20 Jan 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

KPU: Jumlah DPT Pemilu 2019 Meningkat 15.611 Pemilih

09 Desember 2018, 13: 49: 54 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPC)

SURABAYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) Surabaya untuk pemilihan umum (Pemilu) 2019, sebanyak 2.134.454 orang, dengan rincian 1.042.829 pemilih laki-laki dan 1.091.625 pemilih perempuan. Sebelumnya pemilih yang terdaftar dalam DPT sebanyak 2.118.843 pemilih.

“Hasil ini diperoleh setelah KPU melakukan pencermatan kembali Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2). Peningkatannya sebanyak 15611 pemilih,” ujar Komisioner KPU Surabaya Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat Muhammad Kholid Asyadulloh ketika dihubungi Radar Surabaya melalui ponselnya, Sabtu (8/12).

Pria yang akrab disapa Kholid ini mengatakan, nantinya jumlah DPTHP-2 ini akan tersebar pada 31 kecamatan, 154 desa / kelurahan dan 8146 tempat pemungutan suara (TPS). Meski demikian jumlah DPTHP-2 tidak bisa jadi ketetapan hingga hari H Pemilu 2019 mendatang.

“Karena masih ada pemilih baru yang memasuki usia 17 tahun dan memiliki KTP. Selain itu berubahnya DPT lantaran pindah tempat atau meninggal,” katanya.

Menurut Kholid mengatakan KPU Surabaya masih membuka kesempatan masukan dari masyarakat,  apabila ada orang yang masuk DPT tapi ternyata sudah meninggal atau pindah akan divalidasi lagi. Nanti  apabila Hari H Pemilu ada masyarakat yang belum tercantum di DPT dan belum memenuhi syarat memilih, maka bisa memilih di jam 12 siang ke atas dengan menggunakan KTP elektronik.

Sementara pemilih yang menggunakan KTP masuk akan dimasukkan ke dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK).  Kholid mengatakan dari jumlah tersebut ada 3650 pemilih yang menyandang disabilitas. Di antaranya tunadaksa sebanyak 1149 pemilih, tuna netra 201 pemilih, tuna rungu dan wicara sebanyak 362 pemilih, tuna grahita 301 pemilih serta disabilitas lainnya 1637pemilih. “Kami terus melakukan sosialisasi kepada mereka untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2019 mendatang. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu,” pungkasnya. (mus/nug)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia