Jumat, 22 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Berangkat Sekolah Bebas Macet dengan Bus Sekolah Gratis

08 Desember 2018, 13: 34: 34 WIB | editor : Wijayanto

NYAMAN: Sejumlah siswa bersiap menaiki bus sekolah yang disediakan khusus bagi para pelajar di Surabaya.

NYAMAN: Sejumlah siswa bersiap menaiki bus sekolah yang disediakan khusus bagi para pelajar di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyediakan fasilitas bus sekolah gratis untuk pelajar di Surabaya. Bahkan semenjak tahun ajaran baru 2018, pemkot telah melengkapi bus sekolah gratis dengan kartu bus. Kartu tersebut berguna untuk memudahkan absensi siswa yang akan menumpang.

Dengan adanya fasilitas bus sekolah gratis tersebut, pastinya akan membuat siswa siswi di Surabaya menjadi aman dan nyaman. Tanpa perlu khawatir terlambat ke sekolah, bahkan bermacet-macetan di jalan. Kartu bus sekolah atau e-School Bus Card itu sangat memudahkan siswa yang akan naik, pasalnya siswa hanya dengan melakukan tapping sudah langsung bisa duduk manis sampai ke tempat tujuan.

“Kartu itu kan untuk absen, jadi yang punya e-School Bus Card adalah siswa yang sudah terdaftar dan biasa naik bus sekolah,” kata Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya dan Koordinator Bus Sekolah, Dwija Wardhana, Jumat (7/12).

Saat ini Dishub sudah memiliki sembilan unit bus sekolah yang dioperasionalkan di berbagai wilayah. Di antaranya Surabaya Utara ke Selatan yaitu yang dimulai dari Jalan Rajawali hingga ke Jalan Wijaya Kusuma. Sedangkan di wilayah barat melintasi Jalan Tandes hingga Jalan Wijaya Kusuma. Dan wilayah timur dari Kantor Kecamatan Rungkut hingga ke Jalan Wijaya Kusuma.

“Nanti kalau sudah ada tambahan armada bus lagi, kemungkinan akan kami tambah rutenya,” kata Dwija.

Dirinya mengatakan, adanya bus sekolah gratis ini merupakan sebuah pilihan yang tepat bagi pelajar di Surabaya. Selain aman juga sangat efektif mengurangi kemacetan dijalan raya. Dwija mengatakan, meskipun masih ada beberapa siswa yang masih menggunakan kendaraan roda dua. Tidak mempengaruhi minat siswa lainnya yang menggunakan bus gratis tersebut.

“Kami terus gencar melakukan sosialisasi, agar siswa ini tidak membawa kendaraan sendiri. Memang bus sekolah ini bukan paksaan harus pakai bus sekolah. Tergantung siswanya mau atau tidaknya,” pungkas Dwija. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia