Selasa, 26 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Mau Tutup Tahun, Serapan Anggaran Pemkab Sidoarjo Baru 50 Persen

08 Desember 2018, 11: 17: 43 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (GRAFIS RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Menjelang tutup anggaran di akhir tahun, persentase serapan anggaran pemkab masih minim. Hingga saat ini baru mencapai 50,11 persen. Idealnya, pada bulan terakhir serapan anggaran mencapai 90 persen.

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) membuat rekapitulasi realisasi anggaran dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hasilnya, ada tiga dinas yang serapan anggarannya minim.

Pada peringkat paling bawah ada Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) dengan persentase 25,17 persen. Dari total anggaran tahun ini sebesar Rp 125 miliar baru terserap Rp 31 miliar. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berada di tingkat kedua dari bawah. Anggarannya tahun ini sebesar Rp 731 miliar. Namun baru terserap sebesar Rp 249 miliar. Setara dengan 34,14 persen. (selengkapnya baca grafis)

Kepala Dinas Perkim Sulaksono mengatakan, minimnya serapan anggaran tersebut karena pembebasan lahan yang tidak tuntas. Lokasinya ada di Kauman, perluasan Gedung Sidoarjo Community Center (GSCC) Jalan Veteran, pembebasan lahan RSUD Barat di Krian, pembelian lahan untuk proyek gedung terpadu, dan perluasan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo.

Pembebasan lahan tersebut dianggarkan sebesar Rp 64 miliar. "Kini masih menunggu persetujuan pemilik lahan sehingga anggaran belum bisa digunakan," ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas PUPR Sigit Setyawan menjelaskan, dinas teknis berbeda dengan dinas lain. Setiap tahun dinas pembangunan pasti menyumbang silpa. Alasannya, banyak pekerjaan fisik besar yang masih berjalan. "Sehingga anggaran belum bisa dipakai," katanya.

Selain itu, minimnya serapan anggaran juga disebabkan peserta lelang yang menawar harga. Misalnya, dari anggaran Rp 100 miliar, kontraktor menawar jadi Rp 80 miliar.

Tahun ini persentase serapan anggarannya hampir sama dengan tahun lalu. Dari catatan BPKAD, tahun lalu di tanggal yang sama, serapan anggaran pemkab besarnya 48,49 persen.

Sekda Sidoarjo Achmad Zaini mengatakan, masih ada waktu 24 hari untuk menyerap anggaran. Dia berharap seluruh OPD memacu kinerjanya. "Harus dipercepat," tegasnya. (nis/rek)

(sb/nis/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia