Selasa, 26 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya
Paparkan Upaya Penanganan Sampah dan Banjir

Popular di Online, Surabaya Raih Penghargaan di Guangzhou

08 Desember 2018, 09: 28: 44 WIB | editor : Wijayanto

PRESTASI MENDUNIA: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (dua dari kanan) saat menerima penghargaan Online Popular City di The Guangzhou International Aw

PRESTASI MENDUNIA: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (dua dari kanan) saat menerima penghargaan Online Popular City di The Guangzhou International Award 2018 di Tiongkok, Jumat (7/12). (ISTIMEWA)

SURABAYA – Kota Surabaya menyedot perhatian warga internasional atas keberhasilannya menyabet gelar Online Popular City atau kota terpopuler secara online di ajang Guangzhou Internasional Award 2018.

Risma yang hadir dalam acara itu langsung didaulat untuk menerima penghargaan tersebut. Dengan mengenakan batik cokelat dan setelan celana hitam, Risma bersyukur atas pencapaian itu. Dia pun mengunggahnya di akun Instagram pribadinya @trirismaharini.

"Alhamdulillah, Kota Surabaya resmi memenangkan penghargaan kota terpopuler secara online dalam ajang The Guangzhou International Award 2018," tulis dia.

Menurut Risma, gelar tersebut jadi kado akhir tahun, khususnya bagi warga Surabaya. Karena itu, dia mengucapkan terima kasih atas dukungan warga yang memberikan dukungan secara online sehingga Surabaya memenangi gelar bergengsi tersebut.

Di ajang dua tahunan itu, Surabaya menyabet kategori City of Your Choice melampaui perolehan Kota Yiwu, Tiongkok. Hasil akhir perhitungan voting secara online adalah Surabaya di ranking 1 dengan 1.504.535 votes.

Disusul Kota Yiwu, RRT di ranking 2 dengan 1.487.512 votes, dan Kota Santa Fe, Argentina, dengan perolehan 863.151 votes.

Sebelumnya di hadapan sekitar 400 juri dan 14 finalis The Guangzhou International Award 2018, Wali Kota Tri Rismaharini mewakili Surabaya dan Asia Tenggara menyampaikan presentasinya yang mengupas bagaimana perkembangan Kota Pahlawan dari masa ke masa yang terus berinovasi menuju kota Sustainable Development Goals (SDGs).

Ia mengungkapkan, pada tahun 2003, Surabaya mengalami masalah besar yakni sampah. Selain itu, Surabaya dikenal sebagai kota yang panas, kering, dan sering banjir selama musim hujan. Hampir 50 persen dari total wilayah Surabaya terendam air saat musim hujan pada waktu itu.

“Mengatasi masalah ini, kami mengajak partisipasi masyarakat yang kuat untuk bekerja bahu membahu dengan pemerintah kota dalam melakukan pengelolaan limbah. Karena kami memiliki masalah besar untuk diselesaikan, tetapi dengan anggaran terbatas yang tersedia,” kata Risma.

Karena itu, pihaknya kemudian menciptakan berbagai macam program dan kebijakan untuk menyelesaikan masalah ini, agar tidak membebani anggaran lokal. Di antaranya mengajak masyarakat untuk ikut berperan serta bersama pemerintah mengatasi permasalahan sampah.

Warga mulai diajarkan bagaimana mengelolah sampah secara mandiri, yang berkonsep pada 3R (reuse, reduce dan recycle). “Partisipasi publik yang kuat menjadi faktor utama keberhasilan Kota Surabaya dalam mengatasi permasalahan sampah,” ujarnya.

Selain itu, wali kota perempuan pertama Surabaya ini menyampaikan, Pemkot Surabaya juga melakukan penanaman ribuan pohon untuk membuat 45.23 hektar hutan kota dan 420 taman kota yang tersebar di seluruh wilayah Kota Pahlawan. Pembangunan tidak hanya di pusat kota, tetapi juga di daerah padat penduduk.

Sebagai hasilnya, masyarakat dapat menikmati peningkatan indeks kualitas udara dan air, mengurangi volume limbah rumah tangga, mengurangi area banjir dari hampir 50 persen menjadi hanya 2 hingga 3 persen. “Selain itu juga penurunan tingkat penyakit dan penurunan suhu rata-rata 2 derajat celcius,” imbuhnya.

Usai menyampaikan presentasinya, beberapa finalis pun mengapresiasi paparan dari Risma. Berkat keunggulan program-program Surabaya yang diapresiasi dan diakui dunia tersebut, Kota Surabaya berhasil membawa penghargaan Online Popular City di The Guangzhou International Award 2018.

Penghargaan tersebut diraih Surabaya berkat perolehan polling online melalui situs The Guangzhou International Award yang menduduki posisi teratas dengan jumlah pemilih paling banyak. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia