Minggu, 20 Jan 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Istri Plin Plan, Waktu PMS Minta Cerai, Habis Keramas Minta Balikan

08 Desember 2018, 04: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Jalan pikiran perempuan memang susah dimengerti. Apalagi kalau lagi PMS (premenstrual syndrome). Setidaknya itulah yang dirasakan Donwori. Karin, istrinya, minta diceraikan. Eh dua minggu kemudian, minta gugatan cerainya ditarik. Minta balikan. Theklek kecemplung kalen.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya yang panjang itu, Donwori nampak paling sibuk di antara yang lain. Berkali-kali ia menelepon, kembali sibuk dengan layar ponselnya, dan menelepon lagi.  Dari gelagatnya, ia nampak gelisah. Kakinya  tak henti-hentinya bergerak, mengecek jam tangan dan mengeluh pada laki-laki di sampingnya tentang panjangnya antrean.

Untung saat itu Donwori bicaranya keras-keras, sehingga tak susah bagi Radar Surabaya untuk mendapatkan informasi. Obrolan itu bermula ketika si bapak-bapak yang duduk di samping Donwori, yang sedari tadi memperhatikan gerak-geriknya, menanyakan urusan pria itu di PA. "Ngurus waris atau cerai, Mas ?" tanya si mas-mas itu. Sebut saja si Mas itu namanya Kartolo. "Ini, cerai tapi mau ditarik lagi," jawab Donwori kemudian. 

Dari pertanyaan pembuka itu, keduanya lalu asyik mengobrol. Pria yang dari wajahnya kelihatan berumur hampir setengah abad ini mengeluh banyak pada sikap istrinya yang keras, tapi juga plin-plan. Sekali lagi Radar Surabaya beruntung karena meski duduk di kursi seberang, obrolan itu terdengar dengan jelas.

Rupanya, beberapa minggu lalu, Karin memaksa Donwori untuk mengurus cerai. Alasannya, Donwori ketahuan selingkuh dengan daun muda. Sebut saja Sephia. Karin marah-marah ketika tahu Donwori memberikan Karin sebuah unit apartemen.

Perselingkuhan itu, ketahuannya juga drama sekali. Rupanya, Karin punya mata-mata di kantor, yang selalu memantau gerak-gerik Donwori. Donwori yang saat itu belum tahu musuh dalam selimutnya, dengan santai meminta si mata-mata itu mengantarkan dokumen apartemen Sephia, untuk ditandatangani.

Oh iya, FYI alias for your information, Donwori ini seorang pengusaha properti. Ia jadi direktur di kantornya sendiri. 

Tak tahu yang disuruh mata-mata, Donwori bak memberikan umpan pada singa. Akhirnya ketahuanlah perselingkuhannya. "Lha yang nerima dokumen itu Sephia sendiri. Ya jelas ketahuan," paparnya. 

Dari situlah, Karin meminta cerai. Setelah sebelumnya mengamuk  dan mengata-ngatai Donwori dengan kalimat tak pantas. Karin bahkan sampai melakukan tindakan anarkis kepada suaminya. "Wah aku sampai kena pukul, Mas. Dia kalau marah, beneran menakutkan," seru Donwori dengan muka serius. 

Karena diminta cerai itu, Donwori juga tak punya pilihan lagi selain mengurusnya. Lagipula, dia mengaku kalau sudah tak begitu cinta. Ya gara-gara sikap keras itu, katanya. 

Namun ya kembali lagi, belum sampai lama gugatan dilayangkan, Karin meminta gugatan itu ditarik kembali. Donwori pun tak tau apa sebenarnya yang ada di pikiran istrinya. Namun ia iyakan saja ketimbang bikin perkara. Dari sini, sepertinya bisa disimpulkan bahwa Donwori adalah tipikal suami takut istri. 

"Padahal urusan sedang  banyak. Saya harus libur ngurus ginian, Mas. Entahlah," jelas Donwori diikuti curhatan-curhatan lain yang sudah tidak Radar Surabaya dengarkan lagi. Preketek!  (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia