Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Dewan Pertanyakan Usulan Ranperda Cagar Budaya

06 Desember 2018, 13: 52: 13 WIB | editor : Wijayanto

PU FRAKSI: Anggota F-PKB Syaichu Busyiri saat membacakan tanggapan atas ranperda inisiatif pemda, kemarin.

PU FRAKSI: Anggota F-PKB Syaichu Busyiri saat membacakan tanggapan atas ranperda inisiatif pemda, kemarin. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

GRESIK - Munculnya usulan Rancangan Peraturan Daerah (ranperda) tentang Cagar Budaya di Kabupaten Gresik, menjadi pertanyaan besar di kalangan dewan. Hal itu diungkapkan dalam rapat paripurna DPRD Gresik, Rabu  (5/12).

Bagi Fraksi PKB ada sejumlah pertanyaan yang mengganjal. Antara lain mempertanyakan terkait usulan ranperda tentang cagar budaya sebagai perda baru, atau mencabut perda lama. "Kalau memang ranperda ini merupakan perda baru atau mencabut perda yang sudah ada, seharusnya perubahan isinya mencapai lebih dari 50 persen," ujar anggota F-PKB, Syaichu Busyiri saat membacakan pemandangan umum (PU) Fraksinya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Fraksi PPP, Lilik Hidayati. Dalam kaitan cagar budaya, Kabupaten Gresik sudah mempunyai Perda 27/2011 tentang Pelestarian Bangunan dan, atau Lingkungan Cagar Budaya. "Kami mempertanyakan ranperda ini berkategori perubahan, ataukah pencabutan terhadap perda lama," imbuhnya.

Selain itu, dalam kajian naskah akademik juga menyebutkan catatan. Misalkan kekosongan substansi pengaturan norma-norma hukum perda. Dia merinci, perlunya penyelarasan terminologi dalam Undang-undang 11/2010. Pengaturan materi yang bersifat lokalistik dan sinkronisasi dengan UU 5/2017.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim menjelaskan, usulan ranperda tentang cagar budaya bersifat pencabutan perda lama. Yaitu, Perda 27/2011 tentang Pelestarian Bangunan dan, atau Lingkungan Cagar Budaya. "Karena materi substansi mengalami perubahan lebih dari 50 persen," tandasnya. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia