Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Kinerja Ritel di Perayaan Nataru Diprediksi Naik 12 Persen

06 Desember 2018, 13: 27: 36 WIB | editor : Wijayanto

PEAK SEASON: Warga berbelanja di salah satu gerai ritel modern di Surabaya. Saat momen Natal dan tahun baru, biasanya penjualan ritel akan mengalami p

PEAK SEASON: Warga berbelanja di salah satu gerai ritel modern di Surabaya. Saat momen Natal dan tahun baru, biasanya penjualan ritel akan mengalami peningkatan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatatkan kinerja usaha ritel di wilayah timur Indonesia pada kuartal ketiga tahun ini mengalami pertumbuhan 5 – 12 persen. Sedangkan momen Natal dan tahun baru (Nataru) diprediksi memberikan kontribusi sebesar 10 – 12 persen terhadap whole year.

Koordinator Wilayah Timur Aprindo Abraham Ibnu mengatakan, pertumbuhan ritel di wilayah timur tersebut terjadi di semua jenis ritel. Seperti hypermarket dan supermarket yang mengalami pertumbuhan 5 – 7 persen, minimarket tumbuh 9 – 11 persen dan departmen store tumbuh 12 persen.

"Angka pertumbuhan tersebut merupakan pertumbuhan secara value. Sedangkan pertumbuhan secara jumlah outlet hanya hypermarket dan supermarket dengan brand tertentu melalui jaringan nasional dan lokal, terutama minimarket lokal," jelasnya di Surabaya.

Sementara, Ketua Aprindo Jawa Timur April Wahyu Widati mengatakan, pertumbuhan ritel di Jatim sepanjang tahun 2018 dinilai sedikit melambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan tahun lalu. "Ada peningkatan, tapi tidak terlalu besar," ujarnya.

Menurutnya, tidak ada jenis ritel yang mendominasi pertumbuhan sepanjang tahun ini. "Semua hampir rata, hanya kebutuhan bahan pokok tetap jadi yang utama," ujarnya. Selain itu, bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu juga turut memberikan pengaruh terhadap penjualan barang ritel, khususnya bahan makanan.

Sementara itu, diakui April, ritel online kini sudah mulai mempengaruhi consumer. Khususnya di sektor fashion dan aksesoris serta gadget. "Consumer mulai beralih, yakni cenderung berbelanja secara online," jelasnya.

Terkait persiapan jelang Natal dan tahun baru nanti, pihaknya telah menyiapkan strategi khusus. Yakni memastikan semua ritel akan menyediakan stok sesuai dengan target.

Saat ini promosi-promosi di hampir semua format sangat gencar dilakukan untuk menyambut tahun baru. Menurutnya, momen Natal dan tahun baru diprediksi memberikan kontribusi sebesar 10 – 12 persen terhadap whole year. "Kontribusi terbesar umumnya di fashion," tuturnya.

Selain persiapan stok dan promosi, dekorasi juga disiapkan karena tentunya akan menarik customer untuk datang berbelanja. "Hal yang menarik untuk customer adalah pemberian gift atau parcel. Tentunya ini menjadi salah satu upaya ritel meningkatkan penjualannya," imbuhnya.

April menjelaskan, pihaknya telah memberikan ketentuan-ketentuan khusus untuk parcel yang akan dijual. "Seperti biasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Produk tidak mendekati expired, layak konsumsi, tidak penyok, karat, dan kondisi produk bagus," tuturnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia