Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Janda Punya Anak Dua, Eh Ngakunya Perawan

06 Desember 2018, 04: 50: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Inilah akibatnya kalau gak mau blak-blakan dari awal. Usia pernikahannya masih satu bulan, Karin sudah kena talak. Gara-garanya, ia janda, tapi ngaku perawan.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya   

Usia pernikahan baru satu bulan, Karin sudah ditalak suaminya. Alasannya, ia ketahuan berbohong. Aslinya ia adalah janda beranak dua. Namun di depan Donwori, ia mengaku kalau masih perawan.

“Ya mau gimana lagi Mbak, aku takut dia kabur kalau tahu statusku sudah janda. Anak dua lagi,” keluh Karin saat berada di kedai gado-gado, dekat Pengadilan Agama (PA)  Klas 1A Surabaya, kemarin.

Karin menjelaskan, ia juga baru beberapa bulan saja mengenal Donwori yang masih bujangan. Semua bermula saat Karin makan sendirian di food court. Dengan tiba-tiba, ia didatangi laki-laki. Ya Donwori itu, yang mengajak kenalan. Dari situ, mereka bertukar nomor handphone dan intens berkomunikasi.

Dari percakapan-percakapan setiap hari itulah hubungan mereka terbangun. Tahapannya seperti biasanya, ngobrol, nyambung, jatuh cinta lalu pacaran. Tak butuh waktu lama, keduanya pun sepakat untuk menikah.

Sejak pacaran itu, Karin memang berusaha menyembunyikan status dan anaknya. Pada Donwori, ia mengatakan kalau anak itu adalah adiknya. Apalagi, Karin juga masih tinggal dengan orang tua, sehingga Donwori tak curiga. “ Anak-anakku tak panggil dik. Mereka juga tak suruh manggil kakak saja ke aku, “ curhat Karin kemudian.

Karin mengaku minder dengan statusnya. Itulah mengapa ia mengaku perawan. Apalagi, calon suaminya belum menikah sama-sekali. Ia khawatir kalau harus jujur di awal, cinta Donwori bisa saja hilang.

Padahal, ia sudah kadung cinta dengan Donwori dan ingin segera menikah juga. “Aku rencana mau ngomong nanti pas setelah nikah agak lamaan.  Eh keburu dia ngajak cerai,” kata Karin.

“Lalu gimana ia bisa tahu duluan Mbak ?" tanya Radar Surabaya kemudian. “Wah iki Mbak, sing nggarai bubar kabeh. Dia diceritani saudaraku sing gak ngerti apa-apa,” lanjut Karin kemudian.

Karin kurang begitu tahu secara detail apa saja yang disampaikan oleh saudaranya ini. Namun sejak saat itu, Donwori langsung ngamuk dan mengajak Karin untuk berpisah. Katanya, ia tak bisa terima dibohongi. Ia juga tak terima kalau harus mengurus anak-anak Karin.

“Ya sudah, Mbak. Mau gimana lagi kan. Akhirnya cerai saja ini.” pungkasnya dengan nada sedih. (*/opi) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia