Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Sedimentasi Perkecil Debit Air Irigasi Desa Modong

05 Desember 2018, 23: 39: 23 WIB | editor : Wijayanto

TERGANGGU: Sungai Purboyo II di Desa Modong, Kecamatan Tulangan, untuk keperluan irigasi.

TERGANGGU: Sungai Purboyo II di Desa Modong, Kecamatan Tulangan, untuk keperluan irigasi. (ANNISA FIRDAUSI/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Minimnya aliran air yang mengalir di saluran irigasi Desa Modong, Kecamatan Tulangan, disebabkan sedimentasi. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sidoarjo sudah melakukan evaluasi. 

Hasilnya, ada pengurangan debit air di Sungai Brantas. Selain itu, tingginya sedimentasi membuat aliran air tersendat. 

Kepala Dinas PUPR Sigit Setyawan menjelaskan, pihaknya sudah turun mengecek saluran irigasi di Desa Modong, Rabu (5/12). Namun belum ada perubahan volume air. Air Sungai Purboyo II belum bisa mengaliri areal persawahan. 

Sigit dan petugas lantas menyusuri aliran Sungai Purboyo II. Tujuannya memastikan penyebab minimnya aliran air. Di Desa Ginting, Sigit melihat adanya penyempitan saluran. Sedimentasi membuat badan aliran menyempit. Sungai yang semula lebarnya 10 meter menyempit jadi 5 meter.

Begitu juga di Desa Grabakan. Lebar sungai yang semula 15 meter menyempit menjadi lima meter. Aliran air terhalang tananam air dan lumpur. 

Sigit mengatakan, pihaknya berupaya mengembalikan luasan sungai. Caranya dengan pengerukan. "Saat ini pengerukan sudah berjalan. Namun baru sampai di desa Kepuhkemiri," terangnya. 

Dia mengakui pekerjaan normalisasi memang berjalan bertahap. Sebab, sistem pihaknya memakai sistem swakelola. Bergantung ketersediaan alat berat.

Pengerukan itu bakal dimaksimalkan. Targetnya sampai akhir tahun, seluruh saluran Mangetan kanal dikeruk. Namun, jika belum tuntas, pekerjaan akan dilanjutkan tahun depan. 

Penyebab lain pengurangan air adalah debit air di Sungai Brantas turun. Sejak Mei 2018, Dinas PUPR mendapatkan surat dari Perum Jasa Tirta selaku pengelola sungai mangetan kanal. Isinya memberikan informasi bahwa aliran sungai berkurang. 

Saat ini, aliran air sudah normal. Sigit mengatakan, dua pintu air di dam Kepajaran sudah dibuka. "Harapan kami air di Modong bisa kembali normal," katanya. 

Sementara itu, Kepala Desa Modong Masduki mengatakan, debit air Sungai Purboyo II yang mengalir di wilayah desanya sangat kecil.

Ketinggian air di dasar sungai hanya sebatas mata kaki. Minimnya debit air tersebut tidak bisa mengaliri lahan pertanian.

Akibatnya, lahan pertanian seluas 60 hektare di Desa Modong tidak bisa diairi dengan baik. "Musim hujan ini malah petani susah," kata Masduki. (nis/rek)

(sb/nis/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia