Minggu, 16 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Ratusan Ton Limbah B3 Dikira Sampah Besi

05 Desember 2018, 23: 01: 14 WIB | editor : Wijayanto

DIPERIKSA: Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan DLH Gresik Bakhtiar Gunawan bersama staf mengamati limbah B3 yang dibuang di lahan warga di Desa K

DIPERIKSA: Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan DLH Gresik Bakhtiar Gunawan bersama staf mengamati limbah B3 yang dibuang di lahan warga di Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo. (FAHTIA AINUR ROFIQ/RADAR GRESIK)

GRESIK - Kawasan Gresik Selatan lagi-lagi menjadi sasaran pembuangan limbah bahan berbahaya beracun (B3) secara ilegal.

Kali ini ratusan ton limbah B3 dari pabrik baja di Sidoarjo dibuang di lahan warga di Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo.

Pembuangan limbah tersebut nyaris luput dari perhatian warga setempat. Warga awalnya mengira tumpukan limbah B3 jenis slug yang diangkut lima dump truk adalah pasir hitam.

Sebab, lahan tersebut berdekatan dengan pemukiman warga yang tebiasa menguruk lahan dengan pasir hitam.

Namun limbah itu diteliti oleh LSM Forum Peduli Suara Rakyat (FSPR) dan diketahui mengandung racun.

Akhirnya, temuan itu dilaporkan FSPR bersama masyarakat setempat ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik.

Dari pengamatan di lapangan, ratusan ton limbah B3 tersebut termasuk jenis slug berada persis di pinggir jalan raya Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo.

Sekilas, memang tidak terlihat seperti limbah. Sebab, bentuknya sangat mirip dengan pasir. Hanya saja warganya agak merah.

“Iya, itu limbah slag dan termasuk limbah B3,” ujar Aris Gunawan Ketua LSM FPSR Kabupaten Gresik, kemarin.

Dikatakan, pembuangan limbah tersebut sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Dari pengawasan yang mereka lakukan setidaknya ada lima dump truk yang membuang limbah slag di lokasi tersebut.

“Sudah seminggu, awalnya kami kira pasir biasa ternyata limbah slug,” ungkapnya. 

Setelah memastikan kalau itu limbah B3 pihaknya langsung melapor kepada Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Kabupaten Gresik.

Mereka khawatir keberadaan limbah tersebut akan mencemari lingkungan karena berada di dekat pemukiman.

“Kami tidak mau limbah tersbeut mencemari mata air warga karena lokasinya dekat pemukiman,” imbuh dia.

Mendapat laporan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik langsung menerjunkan tim ke lokasi. Mereka mengambil sejumlah sampel untuk dilakukan pengujian apakah termasuk limbah B3 atau tidak.

“Sudah, kami tadi dari sana bersama untuk melakukan pemeriksaan limbah-limbah tersebut,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan  DLH Gresik Bakhtiar Gunawan. 

Dikatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan siapa pemilik limbah tersebut. Termasuk transporter pengiriman apakah memegang izin pengangkutan limbah.

Bahtiar meminta waktu untuk memeriksa pemilik dan izin angkutan.

"Nanti kita akan koordinasi dengan Unit Tipiter Satreskrim Polres Gresik untuk menelusuri siapa pemilik limbah ini," jawab Bakhtiar Gunawan. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia