Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Sidang Perkara Penipuan Warga Kudus Rp 10 M

Hukuman Akumulatif Sudah 21 Tahun, Dimas Kanjeng Divonis “Nihil”

05 Desember 2018, 18: 11: 19 WIB | editor : Wijayanto

KLIMIS: Dimas Kanjeng Taat Pribadi (tengah batik) tampil rapi dalam sidang putusan di PN Surabaya, Rabu (5/12).

KLIMIS: Dimas Kanjeng Taat Pribadi (tengah batik) tampil rapi dalam sidang putusan di PN Surabaya, Rabu (5/12). (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Sidang perkara penipuan dengan terdakwa Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mencapai klimaks, Rabu (5/12).

Ketua majelis hakim Anne Rusiana memvonis pendiri padepokan Dimas Kanjeng itu bersalah. Meski demikian, tak ada pidana penjara lagi alias nihil pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa penipuan sekitar Rp 10 miliar tersebut.

Sidang putusan terhadap Dimas Kanjeng ini digelar di Ruang Cakra PN Surabaya. Seperti biasa, dengan dandanan rapi dan potongan rambut klimis, terdakwa menghadiri sidang sendirian tanpa didampingu kuasa hukum.

Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Anne Rusiana menyatakan bahwa Dimas Kanjeng secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana sesuai dakwaan pertama yakni pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Namun sebelum menjatuhkan vonis, Anne menjelaskan bahwa terdakwa sudah divonis penjara untuk kasus pembunuhan selama 18 tahun dan kasus penipuan selama 3 tahun penjara.

"Sehingga, terdakwa telah menerima hukuman penjara secara akumulatif menjadi 21 tahun," ujarnya.

Sesuai dengan pasal 66 ayat 1 yang berbunyi dalam gabungan dari beberapa perbuatan tersendiri-sendiri dan yang masing-masing menjadi kejahatan yang terancam dengan hukuman utama yang tidak sejenis, maka tiap-tiap hukuman itu dijatuhkan, akan tetapi jumlah hukumannya tidak boleh melebihi hukuman yang terberat sekali ditambah dengan sepertiganya.

"Undang-undang secara kumulatif tidak memperbolehkan hukuman melebihi dari 20 tahun. Oleh karena itu menjatuhkan pidana pada terdakwa "Nihil",” katanya.

Selanjutnya pada terdakwa dan jaksa penuntut umum, kata Anne Rusiana, dipersilahkan untuk memberikan jawaban atas vonis yang dijatuhkan maksimal tujuh hari.

Sebelumnya, jaksa menuntut Dimas Kanjeng selama 4 tahun penjara. Ia dituntut terkait kasus dugaan penipuan senilai Rp 10 miliar kepada korbannya, Muhammad Ali, asal Kudus, Jawa Tengah. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia