Minggu, 16 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Mengajar Kurang 3 Tahun, Guru Non-K2 Tak Dapat Insentif

05 Desember 2018, 16: 22: 00 WIB | editor : Wijayanto

KURANG: Sebagian guru honorer saat berunjukrasa menuntut pembayaran honor dan insentif beberapa waktu lalu. Mereka yang mengajar kurang 3 tahun di sek

KURANG: Sebagian guru honorer saat berunjukrasa menuntut pembayaran honor dan insentif beberapa waktu lalu. Mereka yang mengajar kurang 3 tahun di sekolah negeri tidak akan mendapatkan insentif. (DOK/RADAR GRESIK)

GRESIK - Guru honorer non kategori dua (Non K2) yang mengajar kurang dari 3 tahun di sekolah dasar negeri (SDN) maupun Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) bakal gigit jari. Sebab, mereka dipastikan tidak akan mendapatkan insentif dari Pemkab Gresik tahun 2019 nanti.

Sebaliknya guru honorer non K2 yang sudah mengabdi lebih dari 3 tahun, bakal tetap mendapatkan insentif dari Pemkab Gresik yang dialokasikan sebesar Rp 6 juta pertahun atau sebesar Rp 500 ribu perbulan seperti dalam APBD Gresik tahun 2018.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik Lilik Hidayati membenarkan hal tersebut. Ketika finalisasi pembahasan rancangan APBD (R-APBD) Gresik tahun 2019, terjadi perdebatan yang sengit terkait anggaran insentif bagi guru honorer non K2 tersebut. Termasuk, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik Mahin yang dihadirkan bersama Tim Anggaran (timang) Pemkab Gresik.

“Teman-teman (Banggar) tak ada kata sepakat untuk insentif guru honorer non K2 yang sudah mengajar di bawah 3 tahun sesuai dengan penjelasan dari Dispendik Gresik,”ujarnya dengan nada serius, kemarin.

Menurut ketua F-PPP ini, Dispendik Gresik sendiri tak ada kemauan untuk mengalokasikan insentif untuk seluruh guru honorer non K2 se-Kabupaten Gresik. Tetapi, mereka tetap ngotot insentif hanya diberikan pada guru honorer non K2 yang sudah mengabdi di atas 3 tahun di sekolah negeri.

Sehingga, sambung ketua F-PPP ini, sisa anggaran sebesar Rp 14 milyar yang sebagian rencananya dialokasikan untuk insentif seluruh guru honorer non K2 se-Kabupaten Gresik, dialihkan untuk menambah alokasi anggaran infrastruktur yang belum maksimal.

Hal senada dikatakan oleh Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Khoirul Huda. Menurutnya, Komisi IV sudah berupaya memperjuangkan agar seluruh guru honorer non K2 se-Kabupaten Gresik mendapatkan insentif dalam APBD Gresik tahun 2019 nanti.

“Sebanyak 1.030 guru honorer non K2 se-Kabupaten Gresik yang belum mendapatkan NIG (nomer induk guru), kami perjuangkan untuk mendapatkan hak yang sama dengan honorer non K2 yang sudah memiliki NIG. Walaupun nominal insentif tak sama dengan honorer yang sudah memiliki NIG,”tandasnya.

Menurutnya, insentif bagi seluruh guru honorer non K2 se-Kabupaten Gresik sudah sepatutnya diberikan. Sebab, honor yang diterima sangat kecil, bahkan sangat tidak layak. Apalagi mereka juga tak bisa mengikuti sertifikasi.

“Beda dengan guru swasta yang lebih mudah persyaratannya untuk mengikuti sertifikasi,”paparnya.

Berdasarkan data yang dikatongi Komisi IV, jumlah guru honorer non K2 yang sudah mengajar lebih dari 3 tahun dan memiliki NIG sebanyak 1.485 guru. Sedangkan mereka yang belum memiliki NIG dan masa kerja di bawah 3 tahun sebanyak 1.030 guru. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia