Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Disel Karantina di Rutan Medaeng, Jairudin Nonaktif dari Kadinsos

05 Desember 2018, 16: 01: 14 WIB | editor : Wijayanto

NONAKTIF: Kadinsos Jaerudin saat menjalani pemeriksaan sebagai tersangka korupsi di tubuh Dispora Gresik oleh penyidik Kejakasaan Negeri Gresik.

NONAKTIF: Kadinsos Jaerudin saat menjalani pemeriksaan sebagai tersangka korupsi di tubuh Dispora Gresik oleh penyidik Kejakasaan Negeri Gresik. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

GRESIK – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gersik Jairudin bakal kehilangan jabatannya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik segera menonaktifkan jabatannya serta menunjuk Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinsos Gresik.

Langkah tersebut ditempuh setelah Jaerudin resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pemotongan Anggaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) oleh Kejaksaan Negeri Gresik. Saat ini Jaerudin ditahan di Rutan Surabaya Kelas 1, Medaeng, di Sidoarjo. Penahanan di Medaeng untuk mempermudah pemeriksaan serta persidangan yang akan digelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Surabaya di Juanda, Sidoarjo.

Wakil Bupati (Wabup) Gresik Moh Qosim mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menunjuk Plt untuk jabatan Kepala Dinsos Gresik. Saat ini pihaknya masih menunggu keputusan bupati yang sedang berada di Jakarta.  “Iya, dalam waktu singkat pak bupati akan tunjuk Plt. Kalau Plt tidak perlu pelantikan, bisa dirangkap kepala dinas yang lain,” ujarnya.

Dikatakan, penunjukan Plt memang cukup penting agar roda organisasi perangkat daerah (OPD) Dinsos Gresik tetap berjalan sebagaimana mestinya. “Roda organisasi tidak boleh berhenti, mereka harus tetap melayani masyarakat. Untuk itu akan kami siapkan pelaksana tugasnya,” ungkap dia.

Terkait dengan pemberian bantuan hukum terhadap Jairudin, Wabup mengaku hal itu merupakan kewajiban pemerintah. Setiap pejabat yang terkena masalah hukum bisa meminta bantuan kepada Bagian Hukum. “Itu merupakan tugas bagian hukum. Tapi semua kami kembali kepada beliau, apakah menggunakan bagian hukum atau tidak,” terangnya.

Ditambahkan, pihaknya kembali menghimbau kepada seluruh pejabat agar tetap menjalankan aturan yang ada. Jangan sampai pelanggaran hukum seperti ini terus terulang. “Kita sudah lihat, banyak pejabat yang terkena masalah hukum. Kemarin, Pak Nurul Dholam, kemudian sejumlah kepala desa. Sekarang Pak Jairudin, kami minta agar hal ini menjadi pelajaran bagi pejabat-pejabat yang lainnya,” imbuh dia.

Sementara itu Kasie Pidsus Kejari Gresik, Andre Dwi Subianto menegaskan, saat ini tersangka ditahan di Blok Karantina, Rutan Kelas 1 Surabaya, Medaeng, Sidoarjo. Penempatan tersangka di sel karantina sepenuhnya menjadi tanggungjawab pihak Rutan Medaeng. "Biasanya tahanan yang baru masuk dalam tahanan akan menjalani masa pengenalan  lingkungan," ujar Andre Dwi Subianto.

Hal senada dikatakan Kasie Intel sekaligus Humas Kejari Gresik, Bayu Probo Sutopo mengungkapkan, tersangka sengaja ditahan di Rutan Medaeng untuk mempermudah pemeriksaan. Apalagi nanti persidangan kasus korupsi semua dilakukan di PN Tipikor Surabaya di Jalan Raya Juanda Surabaya.

"Kami juga punya kewenangan untuk menahan tersangka di Rutan manapun, selama itu bertujuan untuk mempermudah penyidikan serta persidangan," tandas Bayu Probo Sutopo. (rof/yud/ris)

(sb/rof/yud/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia