Minggu, 16 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Dinas Pangan dan Polresta Sidoarjo Gerebek Gudang Sapi Gelonggongan

05 Desember 2018, 15: 35: 05 WIB | editor : Wijayanto

MELANGGAR: Lokasi penggerebekan pemotongan sapi gelonggongan di Desa Seketi, Balongbendo.

MELANGGAR: Lokasi penggerebekan pemotongan sapi gelonggongan di Desa Seketi, Balongbendo. (VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA)

SIDOARJO – Dugaan praktik pemotongan sapi gelonggongan kembali ditemukan oleh Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo. Karena itu, mereka berkoordinasi dengan Polresta Sidoarjo menggerebek sebuah gudang di Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo, digerebek, Senin (3/12) malam.

Sekitar pukul 19.00, petugas menemukan aktivitas pemotongan hewan di gudang milik Maruhan, warga Seketi. Praktik pemotongan hewan tersebut tanpa izin dan mengganggu warga sekitar.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan 12 sapi sudah dipotong. Masing-masing sembilan betina dan tiga jantan.

Ada juga juga sapi yang diduga sudah digelonggong dan siap untuk dieksekusi. “Kami terkejut dan heran kok masih ada praktik gelonggongan,” kata Kabid Peternakan Bambang Erwanto.

Saat digerebek, sejumlah orang di dalam gudang juga terkejut. Mereka tidak bisa lari karena sejumlah petugas sudah mengepung beberapa titik lokasi sekitar gudang. “Ada yang diamankan sudah kita serahkan sepenuhnya penyelidikan ke polisi,” ujar Bambang.

Bambang mengatakan, dinasnya sudah berkali-kali melakukan penyuluhan terkait larangan pemotongan hewan secara mandiri. Apalagi, pemotongan tersebut menggunakan praktik gelonggongan yang dilarang. “Banyak yang sudah diamankan karena konsumsi daging gelonggongan bisa merusak kesehatan,” tegasnya.

Dia mewanti-wanti masyarakat untuk menggunakan Rumah Potong Hewan (RPH) yang sudah disediakan. Hal tersebut bisa bermanfaat dan tidak melanggar aturan. “Jangan coba-coba membuka praktik potong hewan yang mengganggu lingkungan,” pungkasnya. (vga/rek)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia