Minggu, 20 Jan 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

2019, Seluruh ASN Dapat Remunerasi

05 Desember 2018, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

BERI PENGARAHAN: Pakde Karwo saat Apel Pagi di hadapan ASN Pemprov Jatim, di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan No. 110 Surabaya.

BERI PENGARAHAN: Pakde Karwo saat Apel Pagi di hadapan ASN Pemprov Jatim, di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan No. 110 Surabaya. (MUS PERMADANI/RADAR SURABAYA.)

SURABAYA – Mulai tahun 2019 Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memberikan remunerasi untuk seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan peningkatan kualitas SDM ini penting untuk menghadapi perkembangan jaman dan teknologi yang pesat. Bahkan Pemprov telah memasukan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) RPJMD Provinsi Jawa Timur 2014-2019. 

“Remunerasi itu berbanding lurus antara tambahan kesejahteraan dengan peningkatan kinerja, serta apresiasi kepada ASN pemprov yang telah membuahkan prestasi bagi Jatim,” ujarnya saat memimpin apel pagi di hadapan ASN Pemprov Jatim, di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan No. 110 Surabaya, Selasa (4/12).

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini mengatakan tidak ada satu staf pun yang tidak mendapatkan remunerasi. Untuk itu ia berharap agar kualitas SDM ASN Pemprov Jatim harus lebih baik. 

“Selain itu, ada 3 hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM bagi ASN. Yakni soal kompetensi, integritas, dan leadership kolaboratif. Seorang leader harus dicek kompetensinya. Untuk meningkatkan kompetensi harus diberikan pelatihan,” jelasnya.

Orang nomor satu di Jatim ini mengatakan etika dan integritas dalam birokrasi, khususnya dalam memberikan pelayanan publik wajib diutamakan. Sedang untuk persoalan leadership kolaboratif, Pakde Karwo berharap agar bisa menggunakan manajemen kolaboratif. 

“Artinya jika ada permasalahan atau ketidakcocokan bisa diselesaikan secara musyawarah mufakat,” tuturnya.

Sementara untuk mendukung peningkatan SDM di 2019 mendatang, secara khusus, Pakde Karwo meminta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jatim memberikan tambahan muatan lokal sebagai materi diklat. Seperti perkembangan cyber technology. 

Selain itu, sebut Pakde Karwo, Pemprov Jatim juga akan melakukan beberapa upaya peningkatan kualitas SDM, seperti menerapkan dual track strategy yang meliputi sektor formal dan strategi non formal. Tidak saja untuk penempatan SDM di dunia kerja, tetapi juga dalam rangka menciptakan wirausaha-wirausaha yang punya daya saing. (mus/rud)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia