Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Mahasiswa Asing Belajar Masak Nasi Goreng

05 Desember 2018, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

PENGALAMAN PERTAMA: Dua orang mahasiswa asal Dalian Maritime University Tiongkok, Lisa (kiri) dan Miko, membuat nasi goreng di UPT Bahasa dan Budaya I

PENGALAMAN PERTAMA: Dua orang mahasiswa asal Dalian Maritime University Tiongkok, Lisa (kiri) dan Miko, membuat nasi goreng di UPT Bahasa dan Budaya ITS, Selasa (4/12). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Kuliner adalah media yang paling pas digunakan untuk mengenalkan budaya dan identitas bangsa. Pengenalan melalui kuliner ini dilakukan oleh Kepala UPT Bahasa dan Budaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) Ratna Rintaningrum. Ia mengenalkan berbagai jenis sajian khas Nusantara kepada 18 mahasiswa Asia dari 14 negara berbeda.

Kuliner Indonesia terkenal dengan rasa yang kental akan rempah-rempahnya. Terlebih, olahan makanan tradisional yang ada di setiap daerah, bahkan belahan dunia lain memiliki rasa khas dengan paduan bumbu yang digunakan.

Ratna mengungkapkan, dalam kunjungan studi yang dilakukan 18 mahasiswa asing yang berasal dari 14 negara ini, mereka diajak untuk mengkreasikan bumbu rempah dan bahan masakan lainnya untuk diolah menjadi berbagai menu, seperti rujak buah, soto ayam, dan nasi goreng.

Rombongan mahasiswa asing ini di antaranya berasal dari Tiongkok, Vietnam, Malaysia dan Thailand. Para mahasiswa asing tersebut berkesempatan mengkreasikan bumbu rempah dan bahan-bahan masakan untuk diolah menjadi menu masakan khas Indonesia.

“Untuk kunjungan mahasiswa asing kali ini, kami adakan program life cooking entrance, yaitu memasak masakan Indonesia. Kami menganggap kuliner ini merepresentasikan budaya. Apalagi setiap daerah, bahkan kota-kota kecil di Indonesia punya makanan khas,” ungkap Ratna, Selasa (4/12).

Salah satu mahasiswa asing tersebut ialah, mahasiswa asal Dalian Maritime University (TMU) Tiongkok, Vang Keshi. Ia mengatakan, jika memasak nasi goreng merupakan pengalaman pertamanya. Ia mengaku sangat menyukai kegiatan tersebut.

“Memang sedikit rumit saat mencampurkan bumbu-bumbunya dan bahan-bahan lainnya seperti telur. Tapi saya menikmatinya,” jelasnya.

Saat sepulangnya dari Indonesia, ia berencana untuk membuatkan masakan Indonesia untuk rekan sesama mahasiswa di Tiongkok. Sekaligus mengenalkan budaya kearifan lokal itu pada rekanya. (gin/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia