Minggu, 20 Jan 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pembayaran Lunas, Bangunan di Wonokromo Barat Dibongkar

04 Desember 2018, 18: 34: 31 WIB | editor : Wijayanto

DIBONGKAR: Dengan menggunakan alat berat dan tenaga manusia, bangunan yang terimbas rencana pelebaran Jalan Wonokromo, Surabaya dan sudah dilakukan pe

DIBONGKAR: Dengan menggunakan alat berat dan tenaga manusia, bangunan yang terimbas rencana pelebaran Jalan Wonokromo, Surabaya dan sudah dilakukan pembabasan lahan dilakukan pembongkaran. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya kembali melakukan pembongkaran bangunan di kawasan jalan Wonokromo sisi barat, Senin (3/12). Langkah ini dilakukan untuk mendukung upaya pelebaran jalan di Wonokromo hingga ke Jalan Pulo Wonokromo.

Kepala Dinas Pekerja Umum (PU) Bina Marga dan Pematusan, Erna Purnawati mengatakan, bangunan yang dibongkar sudah dilunasi pembayarannya. Bangunan yang dibongkar pun, sudah ditinggal oleh penghuninya.

“Tahun depan (2019, Red) lebar jalan Wonokromo akan lebar sampai Pulo Wonokromo. Yang kemudian disambung dengan pembangunan jembatan sampai Gunung Sari," kata Erna, Senin (3/12).

Jembatan yang direncanakan tersebut, sudah tercantum di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), senilai Rp 65 miliar. Pembangunan jembatan tersebut, merupakan program multiyears Pemkot Surabaya tahun 2019 hingga 2020.

Sedangkan pengaspalan jalan belum akan dilakukan. Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, Ganjar Siswo Pramono mengatakan, pengaspalan akan dimulai tahun depan.

“Karena nggak nutut (sampai, Red) kalau akhir tahun ini. Awal tahun, kita kerjakan yang sudah dibongkar dan yang sudah dibebaskan (lahan, red),”kata Ganjar.

Salah satu warga Wonokromo, Rifai Yunus mengatakan, pembongkaran dilakukan sekitar pukul 8 hingga 9 pagi. Pembongkaran pun dilakukan dengan tertib sehingga tidak menimbulkan macet.

Yunus mengatakan, penghuni rumah yang dibongkar, sudah lama tidak menempati huniannya. Selama ini, bangunan-bangunan tersebut, berfungsi sebagai gudang bagi penjual di sekitar Wonokromo.

“Barang-barang saya banyak yang saya taruh disini (rumah yang dibongkar, red). Sudah tidak ada penghuninya, sudah dibayar oleh pemkot (lahannya, red),”tandasnya. (tra/rud)

(sb/tar/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia