Selasa, 26 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Sungai Kering, Sawah Tak Tergarap Petani Modong Komplain

04 Desember 2018, 16: 59: 49 WIB | editor : Wijayanto

KERING: Kondisi sawah yang kering di Desa Modong, Kec Tulangan.

KERING: Kondisi sawah yang kering di Desa Modong, Kec Tulangan. (ANNISA FIRDAUSI/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Musim hujan membuat sawah di Desa Modong, Kecamatan Tulangan, tidak tergarap. Sebab, Sungai Purboyo II tidak teraliri air. Padahal saluran irigasi tersebut berfungsi mengaliri 60 hektare lahan pertanian yang ada di Desa Modong.

Kepala Desa Modong Masduki mengatakan, debit air yang mengalir sangat kecil. Ketinggian air di dasar sungai hanya sebatas mata kaki. Minimnya debit air tersebut tidak bisa mengaliri lahan pertanian.

Dia menjelaskan, aliran Sungai Purboyo berasal dari Balongbendo. Dari Balongbendo air mengalir ke Desa Simoketawang, Wonoayu. Masuk ke wilayah Tulangan, yakni mulai dari Desa Grabakan, Grinting, Kepuhkemiri, dan Modong.

Di Desa Simoketawang, debit air yang mengalir lebih tinggi. Namun semakin mendekati hulu debitnya semakin kecil. Hal ini disebabkan pintu air di Balongbendo tidak dibuka penuh. Sehingga pasokan air pun tersendat. "Sampai di Modong debit airnya kecil," ujarnya, Senin (4/11).

Selain itu, air dari Sungai Mangetan Kanal itu tidak sepenuhnya digunakan untuk irigasi. Namun sebagian dialirkan memenuhi kebutuhan PDAM di Tawangsari.

Masduki mengatakan, pihaknya sudah bersurat ke pihak kecamatan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Sayangnya, belum ada jawaban yang diberikan. Menurut dia, kondisi ini jika dibiarkan terus menerus akan membuat gagal panen.

Sementara itu, Kabid Bina Manfaat Dinas PUPR Bambang Tjatur menjelaskan, dia sudah mendapatkan surat dari Desa Modong. Dia juga membenarkan bahwa pintu air di Dam Kepajaran ditutup. Alasannya karena musim hujan debit air tinggi.

Namun, dua pintu air kembali dibuka sejak dua hari lalu. Debit air berkisar 10 meter kubik. Dua meter kubik untuk PDAM Delta Tirta. Sedangkan delapan meter kubik untuk irigasi. Debit air yang kecil diperkirakan karena masih tersendat di desa lain. (nis/rek)

(sb/nis/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia