Kamis, 21 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Tarif Airline Naik, Ongkos Logistik Terkerek

04 Desember 2018, 16: 26: 32 WIB | editor : Wijayanto

NAIK: Tarif ongkos kirim logistik bakal naik karena pengiriman melalui pesawat juga naik.

NAIK: Tarif ongkos kirim logistik bakal naik karena pengiriman melalui pesawat juga naik. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

GRESIK - Sejumlah maskapai penerbangan (airline) menaikkan biaya Surat Muatan Udara (SMU) atau tarif kargo udara sejak Oktober lalu. Kenaikan ini memaksa pebisnis jasa pengiriman barang (logistik) menaikkan ongkir (ongkos kirim), bulan depan.

Direktur Operasional Tiki Jatim, Yonatan Wiraseputra mengatakan, kenaikan tarif pengiriman barang sejalan dengan keputusan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress, Pos dan Logistik Indonesia ( DPP Asperindo).

Pengusaha logistik tidak akan bertahan atau bahkan gulung tikar jika tidak menaikkan tarif. "Kami terpaksa harus melakukan penyesuaian," ujarnya.

Disebutkan, Garuda Indonesia menaikkan tarif SMU beberapa selama 2018 ini. Sehingga pihaknya sepakat untuk menyesuaikan tarif pengiriman barang per 1 Desember mendatang. 

“Kami belum bisa menyebut berapa persentase kenaikan yang akan diterapkan perusahaan. Saat ini kami sedang melakukan perhitungan secara matang untuk menyikapi hal ini,” katanya.

Terkait kenaikan ini, Yonatan mengaku berencana melakukan peralihan ke moda transportasi darat atau laut. Ini juga sesuai dengan imbauan DPP Asperindo agar mencari moda alternatif lain.

"Kapal salah satu siasat yang akan digunakan untuk mendistribusikan barang ke seluruh Indonesia," jelasnya.

Senada, Marketing Communication J&T Gresik, Zeti Aini. Dia menilai, kenaikan tarif SMU sangat memberatkan apalagi untuk bisa melayani konsumen dengan tarif lama.

"Di Gresik cukup banyak pengiriman paket-paket dari luar pulau yang minta dikirim secara kilat atau jalur udara. Sehingga kenaikan SMU tentu memberikan dampak besar," katanya.

Zeti mengungkapkan, SMU pada dasarnya adalah surat tanda terima berupa dokumen sebagai bukti fisik adanya perjanjian untuk pengiriman melalui udara. Yakni antara pengirim kargo maupun atau pengangkut dengan wewenang hak penerima kargo untuk mengambil kargo.

Dokumen tersebut diperoleh melalui agen yang ditunjuk oleh maskapai penerbangan untuk menjual SMU.

“Sehingga tingginya biaya SMU membuat pengusaha jasa pengiriman khususnya yang menggunakan layanan ekspres kesulitan menekan harga,” tandasnya. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia