Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Sportainment Surabaya

Persebaya Kini Pede Tatap Lima Besar

28 November 2018, 06: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

PENCETAK GOL: Osvaldo Haay (kanan) pencetak gol kemenangan Persebaya atas Bhayangkara FC.

PENCETAK GOL: Osvaldo Haay (kanan) pencetak gol kemenangan Persebaya atas Bhayangkara FC. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Surabaya - Usai mengalahkan Bhayangkara FC, Persebaya Surabaya kini menghuni peringkat enam klasemen sementara dengan poin 47 dari 32 pertandingan. Dengan dua sisa pertandingan yang harus dijalaninya, skuad Green Force kini mengejar posisi lima besar.

Menurut Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, target menembus papan atas bukan sesuatu yang mustahil jika timnya bisa menyapu bersih dua pertandingan sisa. Sehingga mereka bisa finis dengan total 53 poin.

"Kalau penampilan kami seperti yang ditunjukkan pada empat pertandingan akhir, bukan hal yang tidak mungkin kita bisa meraih enam poin dari dua pertandingan," katanya.  Sisa dua pertandingan yang akan dihadapi oleh Persebaya yakni melawan sesama tim promosi, PSMS Medan dan PSIS Semarang. Djanur berharap dua laga yang berstatus home dan away itu bisa disapu bersih.

"Itu harapan kami sehingga mudah-mudahan kami berada di papan atas, di lima besar barangkali mudah-mudahan itu bisa terjadi," tambahnya. Sementara tim yang menjadi pesaing Persebaya dalam merebutkan posisi lima besar adalah Borneo FC yang sekarang berada di peringkat kelima dengan poin 48, Bhayangkara FC posisi empat dengan poin 49, dan Persib Bandung di peringkat ketiga dengan poin 50.

Sementar itu, laga Persebaya melawan Bhayangkara FC, Senin (26/11) masih menyisakan cerita.

Salah satunya adalah keputusan wasit  Faulur Rosy yang tiba-tiba menghentikan pertandingan pada menit 27. Sekilas, tidak ada insiden apapun di lapangan maupun tribun. Semua berjalan wajar.

Pertandingan yang akhirnya dimenangkan Persebaya 1-0 itu dihentikan cukup lama, sekitar 4 menit, sebelum akhirnya dilanjutkan kembali. Ternyata, wasit memutuskan untuk menghentikan pertandingan gara-gara nyanyian bonek, pendukung Persebaya.  

Lirik chat bonek itu kurang lebih berbunyi, “Pak Polisi… Pak Polisi… Jangan ikut kompetisi… Tugasmu mengayomi… Tugasmu mengayomi…,”

Jika melihat surat edaran Komite Eksekutif PSSI, pada 8 Oktober 2018, ada peraturan baru tentang penghentian pertandingan, tepatnya berbunyi: “Penghentian sementara permainan, pertandingan sepakbola saat adanya nyanyian dan/atau koreografi oleh suporter yang mengandung unsur SARA (Suku Ras dan Agama), pesan politik dan penghinaan.”

Kalau toh nyanyian kemarin bukan dianggap SARA dan pesan politik, bisa saja nyanyian itu dianggap sebagai penghinaan terhadap kepolisian sebagai pemilik klub Bhayangkara FC.(pps/sam/rak)

(sb/sam/jek/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia