Minggu, 16 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Suami Tak Mau Serumah, Karin Merasa Menikah Serasa Janda

27 November 2018, 14: 43: 09 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Bagaimana perasaan Anda kalau sudah punya suami sah, tapi tidak mau tinggal serumah? Ya macam Karin, 42, ini. Ya percuma dong nikah, tapi rasa janda.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Sebelum bertemu dengan Donwori, 46, Karin adalah janda anak tiga. Ia menjadi janda karena ditinggal mati suaminya yang sakit. Beberapa  tahun yang lalu, Karin  akhirnya menikah dengan Donwori, laki-laki asal Ambon yang dikenalkan koleganya. Namun belum genap dua tahun menikah, hubungannya sudah kandas. Alasannya, meskipun sudah menikah secara sah hukum dan agama, Donwori ini emoh pulang ke rumah Karin. Lho kok bisa? 

Meski sama-sama tinggal di Surabaya, suaminya ini tak pernah mau tinggal satu rumah dengan Karin. Donwori tetap memilih menempati rumah kos-kosan yang sudah ia tinggali tahunan. Tapi ini yang menjadikan Karin nelangsa. Ia mau menikah lagi supaya punya imam yang nuntun di rumah. Yang bisa dijadikan sosok laki-laki pelindung. Eh lha dalah, Donwori malah emoh serumah. 

"Karena dia keras kepala, gak mau berubah, ya aku ngalahi Mbak. Tak sudahi saja," curhatnya penuh penjiwaan saat menunggu giliran sidang di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA)  Klas 1A Surabaya, kemarin.

Dulu, Karin berpikir, dengan menikah lagi, ia bisa menemukan sosok yang selalu menuntunnya ke jalan yang benar. Yang ngajak jamaah salat, yang bangunin tahajud, yang bisa diajak curhat-curhatan saat sebelum tidur. Angan-angan indah itu tentu saja ambyar seketika. Padahal, ia berharap, suaminya ini bisa dekat dengan mertua lama Karin (ibu dari mantan suami Karin yang telah meningggal). "Harapanku itu dia bisa jadi teman ngobrol. Jadi ada yang bisa dimintai tolong uti (ibu,  Red). Tapi gimana lagi, dia gak mau," keluhnya. 

"Memangnya suami Mbak gak akrab sama anak-anak? " tanya Radar Surabaya. "Akrab kok. Hanya anakku yang terakhir saja tapi," jawabnya,  yakin. 

Karin menjelaskan, kedua anaknya tengah kuliah di Jakarta. Sementara yang ada di rumah hanyalah anak bungsunya. Alhasil hanya dia yang dekat, meskipun ya ketemunya jarang. Hanya sebulan beberapa kali. 

Sama dengan anaknya, Karin  juga hanya bertemu dengan Donwori dua atau tiga kali sebulan. Itu pun ketemunya tidak di rumah. Tapi di hotel atau kalau tidak, Karin diboyong jalan-jalan ke luar kota. Bak pasangan gelap saja. "Gitu itu dia ya minta, jangan ngajak anak. Mintanya berdua saja. Jadi ya persis pacaran," lanjut perempuan yang tinggal di kawasan Kertajaya ini.

"Mbak Karin gak tanya alasan dia kok gak mau tinggal serumah?" tanya Radar Surabaya lagi.

"Sudah berkali-kali tak tanya, tapi alasannya mbuletisasi. Gak jelas," ungjap Karin,  sewot. 

Gara-gara sikap suaminya itu, ia sampai bertolak ke Tanah Suci. Di sana ia mengadu, meminta petunjuk. Kalau memang Donwori tak baik ya disudahi saja. Karin ikhlas. "Wah Mbak, aku nangis sejadi-jadinya pas di sana, dan di sana aku ketemu jawaban. Kayake pisah saja, ya sudah tak lanjutkan," paparnya. 

Di akhir percakapan, Karin berkata. Tentang perceraian ini, jangan sampai orang lain tahu. Meski hubungannya kandas, ia tak mau berkoar-koar. Biar dia saja yang tahu. "Sering aku ditanya temen sekantor, mana suamimu kok gak  pernah kelihatan. Aku bilang aja, pindah tugas ke luar kota. Beres," pungkasnya. Tapi,  feeling Radar Surabaya,  Karin kayaknya jadi istri simpanan deh.  (*/opi) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia