Minggu, 16 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Klepek-Klepek 'Ditembak' Bos lewat Sambutan

26 November 2018, 17: 34: 21 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Dikode bos pas sambutan di depan para karyawan, mungkin terdengar romantis. Namun, kalau statusnya masih taken ya auto jadi omongan. Seperti Karin, 27, ini. Tapi bukannya malu, ia malah girang lho.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Karin buru-buru mengurus cerai dengan Donwori, 27. Pasalnya, ia sudah tak sabar menyambut masa depan menjanjikan dengan bos idaman, sebut saja namanya Donjuan. Untuk itulah, ia berani bayar mahal pengacara. Saat menunggu si pengacaranya datang, Karin bercerita kisah romantis masa-masa awal hubungannya dengan si bos.  Katanya, si bos ini menembaknya saat tengah sambutan di acara ulang tahun kantor dan tentu saja,  di depan puluhan karyawan. So sweet.

“Pas sambutan, dia memberikan kata-kata manis. Dia bilang,  ‘keberhasilan ini karena usaha kalian semua. Seperti si manis Karin yang  selalu sabar menghadapi saya, sesabar Zulaikha yang menantikan cinta Yusuf.’ Byuhhh..., pas dia bilang itu, hati saya langsung meleleh, Mbak,” cerita Karin dengan mata berbinar, girang.

Meskipun sempat mual-mual mendengar gombalan Donjuan, Radar Surabaya tetap saja menyimak cerita Karin yang begitu menarik ini. Dan kemudian melontarkan pertanyaan, “Wah, kok romantis sekali, Mbak. Lalu gimana respons yang lain?” “Ya biasa, Mbak. Mereka langsung dehem dan menggoda saya,” katanya lagi, kini dengan mata yang kian berbinar-binar.

Karin mengaku, saat itu statusnya juga masih istri Donwori. Teman-teman sekantornya pun tahu. Namun, karena yang dihadapi ini adalah bos alias direktur,  alhasil mereka hanya diam seribu Bahasa. Tak berani berkomentar. Mungkin nyinyirnya juga di belakang Karin.

Karin menjelaskan, sejak sambutan itulah, hubungan Karin dan si bos makin berkembang. Keduanya pun resmi berpacaran. Tentu saja, tanpa Donwori ketahui. Kegiatan layaknya pasangan, seperti makan dan jalan bareng, juga kerap mereka lakukan. Karin juga kerap dikirimi hadiah-hadirah dari si bos. “Dulu sebelum kejadian itu, dia sering bikin-bikin acara biar bisa nyamperin mejaku. Ngasih berkas ini dan itu lah. Minta revisi ini dan itu lah,” ceritanya, bangga.

“Lalu nasib suami, Mbak, bagaimana ?” tanya Radar Surabaya, kepo. “Aku minta pisah lah, Mbak,”  jawabnya dengan santai.

Rupanya, sebelum dekat dengan bos ini, hubungan Karin dengan Donwori ini memang sudah tak baik. Tiada hari ia habiskan dengan bertengkar. Alasannya, apalagi kalau bukan masalah kesejahteraan. Apalagi, hubungan Karin dan Donwori diperparah dengan sikap mertua yang selalu bikin jengkel. “Aku berantem (sama mertua, Red), dia juga gak mbelani. Lhak yo tambah bikin sebel ae,” lanjutnya, diikuti perubahan ekspresi yang tadinya semringah jadi marah.

Dan beginilah akhirnya. Karin mengajak Donwori untuk bercerai saja. Ia terang-terangan bilang kalau telah menemukan laki-laki yang lebih tampan dan juga mapan. Yang katanya, bikin adem hati.(*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia