Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Risma Ajak Vote Surabaya di Guangzhou Award

Sementara, Kota Pahlawan Nangkring di Posisi 3

26 November 2018, 15: 56: 18 WIB | editor : Wijayanto

LET'S VOTE: Video ajakan Risma yang viral di beberapa medsos.

LET'S VOTE: Video ajakan Risma yang viral di beberapa medsos. (ISTIMEWA)

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sudah beberapa hari ini sibuk kampanye. Bukan kampanye untuk kandidat calon presiden (capres) atau calon anggota legislative (caleg). Melainkan kampanye untuk bisa masuk tiga besar di ajang bergengsi Guangzhou International Award for Urban Innovation 2018.

Ya, Surabaya memang menjadi salah satu finalisnya. Tahun  ini ada 15 kota dari seluruh dunia yang masuk final ajang ini. Boleh berbangga, karena Surabaya adalah satu-satunya yang mewakili Indonesia. Semakin berbangga lagi karena Kota Pahlawan juga menjadi satu-satunya kota besar Asia Tenggara yang masuk Guangzhou International Award for Urban Innovation 2018.

Pesaing Indonesia adalah kota-kota bergengsi, termasuk dari tuan rumah. Dari tuan rumah (Tiongkok), ada Lota Yiwu dan Wuha. Lalu Mezitli (Turki), Sydney (Australia),  Salvador (Brazil), Kazan (Rusia), Milan (Itali), Repentigny (Kanada), New York (USA), Durban (Afrika Selatan), Santa Ana (Costa Rica), Utrecth (Belanda), Santa Fe (Argentina), dan Guadalajara (Mexico).

Tak heran jika melalui video yang diunggah di Instagram (IG) milik akun @aslisuroboyo, Risma, sapaan karib Tri Rismaharini mengajak seluruh warga, utamanya arek-arek Suroboyo untuk nge-vote Surabaya.   "Ayo teman-teman Surabaya bantu Kota Surabaya dengan cara vote kota Surabaya. Memilih surabaya boleh satu akun bisa berkali-kali, tiap satu jam. Mohon dibantu ya, juga dibantu doa supaya aku bisa prestasi dengan baik karena menghadapi 400 juri nggak gampang. Dan kita sudah empat kali daftar nggak pernah jadi finalis, kali ini kita masuk finalis mari manfaatkan dengan baik untuk mengangkat Surabaya lebih baik. Terima kasih," itulah ajakan yang disampaikan oleh wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.  

Hingga berita ini diturunkan, Surabaya sudah ada di peringkat ketiga. Total sudah ada 68.908 suara. Peringkat kedua diduduki tuan rumah, Kota Wuhan dengan jumlah 71.399 suara. Sedangkan peringkat pertama adalah Kota Yiwu, juga dari tuan rumah, dengan 86.508 suara. Di bawah Surabaya (peringkat) 4, diisi Sydney dengan 40.371 suara dan Mezitli di peringkat 5 dengan 36.006 suara.

Sebelum menjadi finalis, Surabaya harus bersaing dengan 193 kota dari 66 negara. Jika nantinya bisa masuk tiga besar kategori Urban Innovation, maka Kota Buaya akan diwakili Tri Rismaharini untuk memberikan presentasi di hadapan juri pada 5 Desember nanti di Guangzhou, Tiongkok. Nah, ingin Surabaya mendunia lagi kan? Makanya, ayo klik Surabaya di vote.guangzhouaward.org.

Dalam ajang ini, Surabaya mengangkat tema menjaga lingkungan hidup yang melibatkan partisipasi masyarakat untuk mengelola sampah. Partisipasi warga dalam mengelola sampah dan kebersamaan untuk menjaga lingkungan adalah keunggulan yang ditonjolkan Surabaya dibandingkan kota-kota lain di dunia. (opi/jay)

(sb/opi/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia