Minggu, 16 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Soal Anak, Mau Bikinnya, Emoh Ngerawatnya

23 November 2018, 16: 30: 24 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Mau berbuat, tak mau bertanggung jawab. Kalimat tersebut, Donwori, 24, banget. Ya masak, sudah menghamili anak orang, sudah sah statusnya, sampai melahirkan lima anak, eh tiba-tiba main hilang begitu saja.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Miris sekali nasib Karin ini. Usia masih cukup muda. Masih 23 tahun, tapi ia sudah menjadi janda kembang beranak. Bukan hanya satu atau dua anak. Tapi, lima anak, gaes!  Bisa bayangkan nggak si Karin ini menikahnya umur berapa?

Perempuan asli Manyar, Surabaya, ini memang menikah muda. Ia menikah saat masih  berusia 17 tahun. Masa dimana anak-anak zaman sekarang sedang galau-galaunya memilih jurusan kuliah. Atau setidaknya, masih baper-baperan dengan gebetan.

Namun karena tak menghendaki sekolah lagi, Karin pun langsung menikah. Menikahnya dengan Donwori yang telah ia pacari cukup lama. Perempuan dengan senyum manis ini mengaku, suaminya memang tak menghendaki Karin untuk KB.  Alhasil ia harus panen anak setiap tahun.

Ya terhitung sejak ia menikah itu, tiap tahun juga Karin lahiran. Jangan dibayangkan gimana ngurusnya, bikin pusing duluan. “Gelem gawene, gak gelem ngramute, Mbak,” sambat Karin saat berada di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, pertengahan pekan lalu.

Seperti pernyataan Karin sebelumnya. Donwori ini sosok ayah yang tidak bertanggung jawab. Pekerjaan Donwori hanyalah seorang buruh bangunan di pulau seberang.

Ia akan pulang dua atau tiga kali dalam setahun. Setiap pulang itu, ia pasti menyebabkan Karin hamil lagi dan lagi. Hingga pada kehamilan terakhir, Donwori tak pernah pulang lagi. Kirim uang pun tidak. Menghilang begitu saja.

Namun, Karin ini sabar sekali. Ia tetap menunggu Donwori pulang. Satu tahun tak pulang, ia diam. Dua tahun, juga ia biarkan. Hingga di tahun ketiga, kesabarannya sudah habis. Karin pun mendatangi orang tua Donwori untuk meminta izin agar diizinkan berpisah dengan anaknya.

Tiga tahun hidup dengan anak lima, tidaklah mudah. Karin harus kerja sana sini agar anaknya bisa makan. Mau tidak mau, ia juga harus merepotkan orang tuanya sendiri untuk bisa membantu merawat anaknya ketika ia tinggal kerja.

“Aku gak betah, Mbak. Aku cuma cari kejelasan. Kalau memang sudah gak mungkin balik, kan aku bisa buka kesempatan cari ayah baru,” katanya lagi.

Namun sorry to say Mbak Karin. Bukannya sok mendahului takdir, tapi kita ikut khawatir saja. Agaknya mencari suami dengan status janda beranak lima, agak susah ya. Gimana ya. Tau sendiri laki-laki zaman sekarang yang kalau kata pengacara sih, laki-laki perjaka itu kalau bisa milih, pasti pilih yang masih single dan cantik.

Mereka akan mikir puluhan kali untuk menikahi janda dengan bonus anak yang tak sedikit. Tapi, siapa yang tahu soal jodoh kan? Jodoh, maut, dan rezeki kan urusan Tuhan. Barangkali suatu saat ada pengusaha yang nyantol.

Wong Karin ini, meski janda spesial sekali, tubuhnya singset. Tidak ngetarani kalau ia telah melahirkan berkali-kali. Wajah juga lumayan manis. Pantaslah, meski janda ia masih muda. Semoga Mbak Karin cepat dapat jodohnya ya! (*/opi)

 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia