Minggu, 16 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Berbekal Rekaman HP, Gay Ini Cabuli Bocah Berulang-ulang

19 November 2018, 17: 09: 06 WIB | editor : Wijayanto

PREDATOR ANAK: Tersangka SM alias Alex yang tega merusak masa depan korban yang masih SMP.

PREDATOR ANAK: Tersangka SM alias Alex yang tega merusak masa depan korban yang masih SMP. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Seorang siswa SMP menjadi korban pencabulan berulangkali oleh pria yang diketahui penyuka sesama jenis. Siswa itu sebut RA, 14, warga Jalan Kapas Baru dicabuli oleh gay bernama Saidina Muharifin alias Alex, 25. Tak hanya mencabuli, pria asal Pekanbaru, Riau, yang kos di Jalan SMEA itu juga merekam aksi cabulnya untuk memperdaya korban.

Penangkapan tersangka Alex dilakukan Jumat (9/11). Penangkapan dilakukan setelah keluarga korban yang curiga dengan tingkah laku anaknya melapor ke polisi. "Tersangka kami tangkap di tempat kosnya tanpa perlawanan," ungkap Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, Senin (19/11).

Ruth menjelaskan, kasus pencabulan itu berawal saat keduanya berkenalan. Kebetulan, keduanya saling kenal saat sama-sama mengikuti sebuah aplikasi media sosial (medsos). Alex lantas merayu korban dan berulangkali mengajak bertemu.

Rayuan itu antara lain dilakukan tersangka dengan cara membayari ojek online yang dipakai mengantar korban ke tempat kosnya. Tak hanya itu, Alex juga kerap mentraktir makan pelajar SMP kelas IX tersebut.

"Setelah dibujuk beberapa kali, Alex akhirnya berhasil mencabuli korban dari belakang," terangnya. Bahkan saat pencabulan pertama, tersangka sengaja merekam aksinya. Rekaman itulah yang kemudian dipakai tersangka mengancam korban agar tidak bercerita kepada siapa pun.

Tak hanya itu, rekaman pencabulan itu juga digunakan untuk mengancam korban agar mau terus melayani nafsu bejat tersangka. Sehingga meski korban sudah menolak dan mengeluh kesakitan, tersangka tetap saja melakukan perbuatannya antara Agustus hingga 2 November 2018. Total dalam kurun waktu itu, tersangka sudah enam kali mencabuli korban.

Atas perbuatannya, penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 82 UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2004 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia