Sabtu, 15 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Bobol Brankas Bos, Karyawan Ini Gondol 12 HP

19 November 2018, 16: 40: 27 WIB | editor : Wijayanto

APES: Tersangka memeragakan cara membobol brankas bosnya.

APES: Tersangka memeragakan cara membobol brankas bosnya. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SURABAYA)

SIDOARJO - Karyawan gudang di Desa Pabean, Kecamatan Sedati, nekat membobol brankas milik bosnya. M. Asad Daroini, 28, warga Jember, diringkus polisi setelah berhasil menggasak 12 unit handphone (HP) di dalam brankas tersebut.

Kapolresta Sidoarjo AKBP Zain Dwi Nugroho melalui Kapolsek Sedati AKP I Gusti Made Merta mengatakan, kejadian pembobolan dilakukan pada Minggu (28/10) lalu. Tepatnya di kompleks pergudangan Blok C No 11-13 itu, tersangka masuk ke dalam ruang kantor melalui kamar mandi.

“Tersangka naik ke atap dari kamar mandi. Kemudian mencongkel atap ruang kantor sehingga bisa masuk,” kata Gusti. Setelah berada di dalam kantor, tersangka Asad langsung menghampiri brankas besi yang ada di dalam kantror tersebut.

Brankas dicongkel dengan linggis yang dibawa. Kemudian tersangka kabur membawa 12 HP yang tersimpan di dalam brankas tersebut. Paginya, pemilik gudang terkejut melihat ada atap yang terbuka. Korban juga semakin terkejut setelah melihat 12 Hp di dalam brankas lenyap.

Mengetahui kejadian tersebut, korban langsung melapor ke Mapolsek Sedati. `Berbekal dari laporan itu, polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan untuk mengejar pelaku. “Kita berhasil melacak keberadaan Hp di Jember. Lalu kita berhasil amankan tersangka,” sebut Gusti.

Setelah berhasil diamankan, tersangka langsung digelandang ke Mapolsek Sedati untuk penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, tersangka mengaku dia sering masuk ke kantor tersebut sehingga mengetahui keberadaan brankas tersebut. “Saya kerja sudah hampir delapan bulan. Cari uang nekat buat tambahan makan,” aku Asad Daroini saat ditemui di Mapolsek Sedati.

Selain itu, tersangka juga mengaku jika sebelumnya telah menjual seluruh HP curian tersebut kepada temannya. Sebanyak 12 Hp tersebut dijual seharga Rp 2,1 juta. Kini tersangka telah mendekam di Mapolsek Sedati untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (son/vga)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia