Minggu, 16 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Di-KDRT karena Selingkuh. Terus yang Salah Siapa?

19 November 2018, 16: 08: 10 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Tindakan menyakiti pasangan atau KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), tentu saja salah. Tapi, berlaku tak setia dengan cara selingkuh, juga salah. Lantas, apa jadinya jika KDRT dipicu oleh perselingkuhan?

 Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

 Di hari Jumat, suasana Pengadilan Agama (PA) Klas I Surabaya, lebih lengang dari biasanya. Tapi anehnya, antrean tetap saja memanjang. Seperti Jumat (16/11), dua deret bangku di sepanjang ruang tunggu hanya diduduki oleh beberapa orang saja. Salah satunya Karin, 32, yang membuka cerita setelah sepersekian detik pantat wartawan Radar Surabaya mendarat di bangku, tepat di sampingnya.

Tak perlu basa-basi lama untuk mengetahui alasannya meminta cerai. Pun, tak perlu juga pancingan-pancingan. Dengan enteng perempuan berhijab ini menjabarkan alasannya untuk bercerai. Rupanya, Karin tak lagi tahan dengan sikap suami yang keras dan suka main tangan. Sembari menunjukkan bukti-bukti bekas pukulan suaminya, Karin melontarkan pernyataan yang kerap saya dengar dari istri yang kena KDRT.

"Daripada aku mati di tangan dia, mendingan aku cerai saja," katanya diikuti dengan helaan nafas panjang. Ia lalu curhat. Demi mengurus perceraian itu, Karin harus mengorbankan waktu bekerjanya yang sangat berharga.Yang gajinya bisa mengganjal kebutuhan untuk menutup kurangnya uang belanja dari Donwori yang tak becus cari uang. Sejurus kemudian ia bertanya, "Mbak cerai alasannya apa? " Dan dengan santai, Radar Surabaya menjawab, “Sama."

Karin pun kembali ngomel. Mengutuk laki-laki yang suka sekali main tangan itu. Karin pun mulai mengabsen berbagai perlakuan-perlakuan kurang menyenangkan suaminya. "Pernah aku aduin orang tua pun percuma. Mereka pasti balik memarahi saya. Dikata anak manja, dikit-dikit wadul orang tua," paparnya lagi.

Meski sedari tadi bercerita, ada satu yang terlewat. Terkadang, api tak ada jika tak ada yang menyulut. Begitu pula (mungkin) kemarahan suami. Dan pada kasusnya Karin ini, alasannya bikin garuk-garuk kepala. " Dia marah gara- gara tahu aku selingkuh," ungkap Karin, santai.

"Ya elah Mbak. Ya jelas suami sampeyan marah. Aku pun akan mukul suami kalau sampai dia ketahuan selingkuh," kata Radar Surabaya, tentu saja dalam hati. Namun entah kenapa, agaknya Karin ini tak peka. Ia hanya berfokus pada kesalahan suaminya dan dengan enteng mengabaikan fakta kalau ia selingkuh. Sebuah tindakan mengkhianati pasangan yang harusnya malah tak termaafkan.

"Kok Mbak bisa tertarik sama pria lain? " tanya Radar Surabaya lagi. Dan dengan enteng pula Karin menjawab tidak tahu. Cinta datang tanpa permisi. Teman selingkuhannya ini adalah rekan satu kerjaan. Katanya, karena sikapnya baik, akhirnya Karin jatuh cinta lagi. Dan yang membuat Karin makin cinta, teman laki-lakinya ini sering menopang ekonominya. Suka ngasih duit gitu. Sepertinya itu juga salah satu faktor yang membuat Karin makin cinta.

Lalum bagaimana suami Karin? Seperti tahu Karin kencan dengan laki-laki lain, Donwori tak terima kalau Karin bekerja. Setiap berdebat, pasti bahasannya tentang pekerjaan. Donwori selalu menuduh kerjaan Karin hanyalah sebagai alasan agar bisa selingkuh. Tak terima, Karin selalu mengelak dengan alasan uang belanja yang kurang. Tentu saja, percekcokan itu selalu berujung pada KDRT.

Akhirnya di sinilah akhir cerita cinta pasangan Donwori dan Karin. Berakhir tak baik di PA Klas 1A Surabaya. Di akhir, Karin kembali mengeluh karena Donwori benar-benar lepas tangan pada urusan cerai. Ia yang harus bolak-balik sendiri, biaya juga dia keluarkan sendiri. " Untung dibantu sama Mas Donjuan buat bayar administrasinya," pungkas perempuan asal Kapas Krampung ini woles. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia