Minggu, 16 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Pemkab dan Bea Cukai Gresik Komitmen Tingkatkan Investasi

19 November 2018, 15: 45: 14 WIB | editor : Wijayanto

KOMITMEN: Kepala Bea Cukai Gresik, Indra Gautama saat menjelaskan program Bea Cukai kepada Bupati Sambari Radianto di ruang kerja Bupati Gresik.

KOMITMEN: Kepala Bea Cukai Gresik, Indra Gautama saat menjelaskan program Bea Cukai kepada Bupati Sambari Radianto di ruang kerja Bupati Gresik. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik meminta Bea Cukai untuk ikut andil mendorong laju investasi di Gresik. Salah satunya dengan mendorong industri agar mau merambah pasar ekspor dan menawarkan fasilitas kawasan berikat.

Hal itu disampaikan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto saat menerima Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Indra Gautama Sukiman di kantornya, akhir pekan lalu. Menurut Sambari, Bea Cukai selama ini bagian terpenting dari investasi daerah. Sebab, kata dia, semakin banyak pengguna fasilitas kawasan berikat tentu akan memberikan dampak sosial ekonomi kepada daerah. Terutama bagi masyarakat Gresik.

“Kami mendukung penuh Bea Cukai dalam menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif di Gresik melalui pelayanan kepabeanan yang prima,” kata Bupati Sambari Halim Radianto.

Ditambahkan, selama 10 tahun terakhir Gresik mengalami pertumbuhan bisnis yang sangat signifikan. Indikator yang dapat terlihat salah satunya tumbuhnya kegiatan usaha bisnis baru yang dilakukan oleh masyarakat.

Berdasarkan sensus ekonomi yang dilakukan Badan Pusat Statistik, kata Sambari, jumlah bisnis baru di Gresik tumbuh hingga 13.039 unit usaha. Atau dari yang semula hanya 119.190 bisnis, menjadi 132.229 unit usaha. Dari jumlah itu sektor perdagangan masih mendominasi. Kontribusinya mencapai 40,38 persen dari total usaha.

“Saat ini di Gresik Ada sekitar 70 industri yang rutin melakukan kegiatan eskpor. Dari total 36 jenis komoditas yang dikirim ke luar negeri, produk minyak goreng cukup mendominasi dengan menyasar pasar Asia dan Eropa,” papar Sambari.

Pemerintah Gresik, kata Sambari, terus mendorong para industri agar berani melakukan kegiatan ekspor untuk memperluas pasar. Sebab, dengan melakukan pendampingan, pelatihan dan menggelar pameran yang dilakukan oleh Diskoperindag.

Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Indra Gautama Sukiman, menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung perekonomian daerah. Caranya dengan memberikan fasilitas di bidang kepabeanan dan cukai yang tepat sasaran.

 “Kami berkomiten untuk mendukung perekonomian daerah serta mendorong laju investasi. Salah satu yang telah kami lakukan yakni dengan memberikan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) untuk UMKM,” ujar Indra.

Dikatakan, fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh IKM itu di antaranya adalah penghilangan kewajiban meletakkan jaminan uang tunai atau garansi bank. "Selama digolongkan dalam IKM dan mendapat rekomendasi dari unit terkait, mereka tidak perlu membayar bea masuk dan pajak impor atas pembelian bahan baku dari luar negeri," tegasnya. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia