Minggu, 16 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Jajaran Grup Jawa Pos Studi Banding Transformasi Media ke Malaysia

19 November 2018, 10: 57: 39 WIB | editor : Wijayanto

STUDi: Jajaran JP Group saat berkunjung ke Karangkraf di Putra Jaya, Malaysia.

STUDi: Jajaran JP Group saat berkunjung ke Karangkraf di Putra Jaya, Malaysia. (Wijayanto/Radar Surabaya)

Jajaran Grup Jawa Pos Studi Banding Transformasi Media ke Malaysia

Kuala Lumpur – Jajaran komisaris, direksi dan manajemen Jawa Pos Group melakukan studi banding Transformasi dan Integrasi Newsroom di beberapa media cetak dan online di Malaysia.

Studi banding ini diikuti semua grup Jawa Pos dari mulai JP Koran, JP.com, JP Grup Media dan beberapa perwakilan radar di daerah.

Komisaris JPK Hidayat Jati mengatakan, studi banding ini untuk mengetahui perkembangan sekaligus inovasi yang dilakukan  beberapa media terkenal di negeri jiran ini untuk mengantisipasi transformasi platform media terutama dari print (cetak) ke digital (online).

"Ini sekaligus untuk mentransformasi dan mengintegrasikan newsroom kita menghadapi era digital ini," katanya.

Ada beberapa media ternama di Malaysia yang dikunjungi.  Di antaranya, media yang tergabung dalam Karangkraf. 

Karangkraf ini selain menggeluti dunia media cetak juga bergerak dalam bidang media online, Ada beberapa media yang tergabung di dalamnya mulai Sinar Harian (cetak), Sinar TV, Sinar online hingga printing & publishing (percetakan dan penerbitan).

Banyak hal yang didapat setelah mengunjungi grup Karangkraf. Selain ditunjukkan bagaimana proses dan cara kerja jajaran redaksi dan manajemen media, juga disajikan data bagaimana sinergisitas antara media cetak dan online. 

Termasuk upaya-upaya agar berita yang disajikan bisa meluas dan dibaca dari berbagai kalangan dan menjadi viral.

“Selain ada media cetak, kita juga ada Sinar TV, online dan percetakan,” ujar Dato Ushamuddin Yusuf, CEO Karangkraf. 

Ia didampingi Salasiah Rashidi (Ketua Ddpt IT) dan Ghassan Halawi selaku Bussiness Development Director Karangkraf Grup di Malaysia. 

Dijelaskan, integrasi berita dilakukan sejak dari reporter di lapangan. Setelah berita ditulis oleh reporter, kemudian disajikan mana yang untuk media cetak dan mana untuk media online. “Untuk yang online lebih ke berita breaking news macam kamalangan (bencana alam, Red) atau accident (kecelakaan, Red). Media cetak menyajikan berita yang lebih mendalam," katanya.

Selain itu, rombongan grup Jawa Pos juga mengunjungi  media Malaysiakini.com. Termasuk berkunjung ke kantor MalayMail di Putra Jaya. Salah satu yang akan dilihat adalah tentang newsroom transformation dari conventional print ke full pledge.

Untuk diketahui, rombongan grup Jawa Pos yang ikut dalam studi banding ini selain komisaria adalah jajaran direksi dari JPG seperti Leak Kustiya (dirut JPK), Eddy Nugroho (direktur JPK), Marsudi Nurwahid (wakil direktur JPK), Hendro Boroma (direksi JPGM), Abdul Rokhim (pimred JPK), dan Dhimas  Ginanjar serta Soegiharto dari JP.Com. 

Selain itu juga jajaran media online dari beberapa radar seperti Radar Surabaya, Radar Kediri, Radar Mojokerto dan Radar Bali. (jay)

(sb/jay/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia