Minggu, 16 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Penuh Sesak, 18 SD Negeri Dimerger Tahun Ini

17 November 2018, 14: 09: 10 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPG)

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tahun ini telah melakukan merger 18 sekolah dasar (SD) menjadi 9 sekolah. Penggabungan sekolah dasar tersebut sebagai upaya memberikan ruang cukup bagi siswa untuk bergerak. 

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Ikhsan mengatakan, dengan 18 sekolah yang dilakukan merger pada tahun ini, total sekolah dasar negeri di Surabaya 309 unit. "Sebelumnya ada 653 sekolah, secara bertahap memang kami lakukan merger dengan berbagai macam kajian dan analisa terhadap sekolah itu," ujar Ikhsan, Jumat (16/11). 

Ada beberapa aspek yang menjadi pertimbangan dalam merger sekolah dasar. Seperti kurangnya jumlah kepala sekolah dan guru. Penggabungan sekolah dianggap menjadi salah satu solusi atas hal tersebut. 

"Yang dulu kepala sekolahnya ada empat kemudian jadi dua jumlahnya. Guru juga kurang. Dengan merger itu guru bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan itu. Sambil menunggu kemarin Bu Wali Kota (Tri rismaharini, Red) meminta penambahan CPNS," urainya. 

Perlu diketahui, pemkot tahun ini mengajukan sebanyak 344 tenaga pendidik pada tes CPNS. Namun, jumlah tersebut tidak hanya untuk sekolah dasar, tetapi juga sekolah menengah pertama. 

Selanjutnya, menurut Ikhsan, selain sebagai upaya pemenuhan kepala sekolah dan guru. Merger dilakukan untuk memberikan ruang gerak yang cukup besar bagi anak sekolah dasar. Sekolah yang sebelumnya berada dalam satu kompleks dengan banyak gedung dirobohkan. Diganti dengan satu gedung terdiri dari tiga lantai. Sehingga memberikan cukup luas untuk lapangan bermain. 

"Jadi kemudian kita punya lahan olahraga, lapangan upacara untuk anak-anak semua. Karena biasanya satu kompleks ada dua sekolah, tiga sekolah, empat sekolah. Itu yang menjadi satu kemudian sekolah itu dibangun jadi tiga lantai dengan kapasitas yang cukup," urainya. 

Sementara itu, Pemkot Surabaya menganggarkan Rp 266 miliar guna merenovasi SMP dan SD tahun ini. Total sebanyak 214 gedung yang masuk dalam rencana perbaikan serta pembangunan ruang kelas baru. “Kami mengikuti master plan Dispendik. Jadi selain menambah ruang kelas baru, juga benerin (memperbaiki, Red) ruang kelas yang rusak,” ujar Kepala Bidang Pembangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Surabaya Iman Krestian belum lama ini. 

Dengan rincian pembangunan diatas Rp 1 miliar ada sebanyak 27 SMP dan 40 SD negeri. Sisanya 199 sekolah nilai biaya perbaikan dibawahnya. “Ini untuk menambah ruang kelas, kalau pembangunan gedung tidak,” tandas Iman. (bae/nur)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia